Alhamdulillah...sudah jadi undangan. Ada 2 kloter undangan resepsi. Ini salah satunya. Yuk!!! Mari kita mengetik sodara ^^
Tampilkan postingan dengan label undangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label undangan. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Oktober 2011
Senin, 15 Agustus 2011
Vendor pengiriman undangan
![]() |
| Pic From Here |
Ada aja yang terlewat dari check list. Apa itu? Menentukan vendor pengirim undangan. Duarrrr....!!! Urgent banget kan?
Begitu urusan cetak mencetak undangan kelar -tinggal nunggu proses mencetaknya saja- baru keinget, siapa yang harus mengantarkan undangannya?!...Ehehehe....Btw, aku search kok jarang ya, yang mereview cara pengiriman undangan?! Atau semua dikirim sendiri? *sembah sujud kalo iya*
Ada 2 kandidat logistik. Pertama Indo pasific (vendor kantor) dan Pandu Siwi (vendor kantornya Darling). Indo Pasific mematok harga Rp 4.000,-/undangan untuk wilayah Surabaya dan Pandu Siwi mematok Rp 5.000,-/undangan untuk wilayah Surabaya. Errr... beda tipis sama harga undangannya?! *garuk-garuk*
Let's see!!! Masih mau survey dulu dari kedua vendor pengiriman undangan ini.
Btw, beneran ini nggak ada yang pernah bikin review tentang vendor pengiriman undangan?!!!!
Selasa, 05 Juli 2011
Undangan
Mentang-mentang vendornya temen sendiri, urusan undangan belum juga diurusin lagi :p *sungkem sama Suci*
Btw, ada beberapa tips yang harus diketahui calon pengantin sebelum pesen undangan di tempat jual undangan massal (maksudnya template undangan sejuta umat tinggal ganti nama, tanggal dan venue saja).
- Jangan mau bayar DP mahal sebelum dapat dummy. Untuk ikat harga CUKUP bayar Rp 100ribu atau 200ribu dulu aja. Abis ikat harga itu, si calon pengantin baru ngomongin masalah desain ke vendor undangan. Nah, minta juga si vendor ini bikin dummy undangannya. Biasanya dummy diprint di karton..yaa paling ga untuk tahu gimana bentuknya dulu aja *dummy ini dibuat setelah desainnya fix dan wajib minta dibikinin, jangan mau klo cuma diprint di HVS*. Nah, kalo dummynya udah di acc sama calon pengantinnya. Baru bayar DP 50%.
- Jangan mudah percaya dengan harga miring. Itu patut dipertanyakan. Misalnya di Toko A 5.000, toko B 4.500, toko C 3.000..Nah, mesti hati-hati tuh sama toko C. karena biasanya harga undangan gitu udah ada standarnya..ga mungkin main harga terlalu jauh. Biasanya kalo yang berani kasih murah banget, dia lagi butuh duit :p
- Vendor yang baik itu bakal selesaiin dulu kerjaannya. Jadi ga sedikit-sedikit minta tambahan DP. Bilangnya untuk inilah, itulah, padahal mungkin emang mau nipu aja. Untuk beberapa design, terutama yang ribet, mungkin mereka memang butuh waktu yang lebih lama. Tapi dikejar aja terus biar mereka tetap inget untuk ngerjain undangan kita.
- Minta no rumah atau kantor, kalau perlu alamat rumahnya. Jangan mau kalau cuma dikasih no hp aja. minta yang lengkap, jadi kan mereka ga berani kabur dan macem-macem. Walaupun mungkin ini sering dianggap sepele, tapi ini penting lho :)
Cetak mencetak sih cukup butuh waktu dua mingguan (standar template ya). Nah, ketika undangan udah full tercetak baru bayar sisanya. Oya, jangan lupa! Nulis nama penerima undangan itu di luar tanggung jawab vendor, lho ya. Jadi bisa kan memperkirakan waktu; undangan kelar cetak, bikin label nama penerima undangan dan mengirimnya. Jangan lupa juga kalo undangan untuk keluar kota atau luar negeri butuh waktu pengiriman.
Selamat ngurusin undangan. Oya, alamat percetakan temen saya :
CV. 46
Jl. Gubeng Kertajaya 2 / 46 Surabaya
Jl. Gubeng Kertajaya 2 / 46 Surabaya
Selasa, 29 Maret 2011
Draft undangan
![]() |
| Nampak belakang |
![]() |
| Nampak Depan |
Draft undangan akhirnya jadi juga :p
Ini undangan desainnya saya bikin sendiri...hehehe...lalu ditunjukkan ke Dian dan mama,papa, mereka semua setuju. Kebetulan juga susunan kalimatnya mirip dengan undangan pernikahan mama dan papa saya. Yang bikin lama, ga jadi-jadi desainnya, karena awal saya pengen yang nampak belakang itu motif kawung. Tapi ternyata susah mencari softcopy kawung warna ungu. Sempet juga menggambar dan diwarnai...kok hasilnya...ya gitu deh, ga pas di hati. Akhirnya ya beginilah hasilnya. Mewakili Urban - Elegant with touch of heritage (ukirannya mewakili touch of heritage) - karena saya yang desain suka-suka saya bikin filosofi - :p
Pengerjaan undangan di sahabat kami sendiri, neng Suci. Karena dia tinggal mencetak saja maka harganya diskon 50% :p *dilempar sandal*
Memang dibuat hanya selembar saja. Dimensi ukuran saya buat 18 cm x 18 cm dengan ketebalan 1 mm. Ukiran nampak belakang itu embos. Belum ketemu lagi sama si Suci, bisa nggak ya embos pada ketebalan 1 mm? Tapi yang jelas, bukan hardcover.
Desain amplopnya belum kepikiran. Masih cari inspirasi nih ^^
Jumat, 11 Februari 2011
Yuk Me - list!
Berdasarkan pengalaman saya dalam menangani sebuah event, membuat list undangan adalah hal yang nampak sepele tapi crucial. Bagi saya, list undangan harus dilakukan secara teliti, cermat dan membutuhkan waktu paling banyak. Biasanya, karena banyak yang dipikirkan, cenderung melupakan orang yang seharusnya kita undang. Padahal, kita membuat suatu acara untuk kepuasan para undangan juga. List undangan nggak cuman sebagai patokan dalam menentukan jumlah pesanan undangan, souvenir, dan tentu saja CATERING, banyak yang bisa digali dari list undangan.
- Flow manusia
List undangan harus dilakukan oleh kedua belah pihak keluarga calon mempelai. Termasuk keluarga juga harus di-listing. Kenapa begitu? Biar ketahuan jumlah manusia yang akan berada di dalam gedung resepsi itu berapa jiwa. Ini penting untuk merancang flow para tamu.. Uhm, nggak perlu sampai makai manajemen konser sih, nggak mungkin juga undangan akan rusuh kan, ya :p perhitungan cermat ini semata-mata untuk memberikan kenyamanan bersama.
- Pemetaan distribusi undangan
List undangan ini juga penting untuk pemetaan wilayah pengiriman undangan. Apalagi jika pengiriman undangan mencakup sabang sampai merauke atau luar negeri. Dengan begini jadi mudah mengkoordinasi mana yang memakai jasa pengiriman dan mana yang disebarkan sendiri. Pilih jasa pengiriman yang kredibel ya. Saya sih belum memikirkan mo pakai yang mana :p
- VIP
Perhatikan juga list undangan VIP. Apabila sampai mengundang pejabat, perlu diperhatikan protokolernya. Ada yang rempong, ada yang santai, ada yang nggak mau ribet ngantri salaman, ada yang mau. untuk itu perlu dibentuk panitia khusus untuk ’menangani’ mereka. Oya, pengiriman undangan pejabat biasanya lebih aman diserahkan ke ajudan/sekretaris dan diserahkan secara ’khusus’. Daripada ilang nggak jelas. Saya sendiri menggunakan tim tangguh untuk mengurus para VIP. Mbak Lusi, Mas Arif, Novi dan Lala. Orang-orang yang sudah terbiasa ngurusi para pejabat –Psstt, khusus dengan saya bayaranya murah. Nasi soto sepiring. Baik kan, mereka... hehehe - *Peluk sahabat-sahabatku yang unyuu*. Kalo menggunakan orang-orang yang belum berpengalaman perlu tuh bikin list foto khusus tamu VIP. Oya, dengan koordinasi dengan protokoler jadi tahu, perlu nggak metal detector. Hehehe...rempong ya? Emberrr.
Jaman sekarang tak jarang mempelai mengirimkan undangan via FB, twitter, blog, bbm group, sms dll. Harus memperkirakan juga cakupan undangan model tersebut karena sifatnya massal. Jangan sampai karena mempelai kondang yang datang diluar perkiraan. Hal ini boleh saja sih untuk mengejar kepraktisan tapi jangan lupa memperhatikan kenyamanan.
- Biar nggak ada yang ketinggalan
Jaman sekarang tak jarang mempelai mengirimkan undangan via FB, twitter, blog, bbm group, sms dll. Harus memperkirakan juga cakupan undangan model tersebut karena sifatnya massal. Jangan sampai karena mempelai kondang yang datang diluar perkiraan. Hal ini boleh saja sih untuk mengejar kepraktisan tapi jangan lupa memperhatikan kenyamanan.
Listing, listing deh. Semakin cepat dilakukan semakin nyaman ^^
Langganan:
Postingan (Atom)



