Tampilkan postingan dengan label vaksin HPV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vaksin HPV. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Pungkasan HPV

Tuntas sudah vaksin HPV saya. Tinggal TT. Dan karena untuk 'surat sakti' menikah, maka TT seharusnya dilakukan di PUSKESMAS. Seperti tulisan saya sebelumnya, TT 'diwajibkan' pemerintah untuk mencegah kematian karena Tetanus, yang sempat menjadi monster di Indonesia.

Just see...ibu saya CS-an sama dokter di PUSKESMAS Kecamatan tempat saya tinggal :p 

Alhamdulillah terpenuhi sudah salah satu kewajiban menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Insyallah langkah yang baik untuk generasi penerus yang lebih baik.

Rabu, 27 Juli 2011

Tentang TT

Ada lagi 'surat sakti' yang diperlukan untuk melengkapi berkas di KUA. Yakni surat BEBAS TETANUS TOKSOID. Kata mama saya sih, program ini sudah ada sejak tahun 80-an. Program jangka panjang untuk memberantas tetanus. Karena kematian disebabkan tetanus pernah jadi momok besar di Indonesia.

Saya dalam proses melengkapi diri dengan vaksin HPV. Dokter obgyn saya memberi saran paling nggak vaksin HPV minimal 6 bulan sebelum terjadi pembuahan -kurang satu kali lagi-. Dan saya baru tahu *dodol.com* dari majalah bahwa vaksin TT  juga memerlukan waktu 6 bulan untuk membentuk antibodi. Dan saya menikah 3 bulan 3 minggu lagi :)) Ntah apakah memungkinkan HPV kali ke-3 digabung dengan vaksin TT.

Kalo diingat-ingat jaman SD dulu juga pernah divaksin TT? Dan emang iya, dari catatan mama saya, saya pernah divaksin TT kelas 1,2,3 SD. Tetapi jika jarak terakhir sudah lebih dari 10 tahun maka perlu vaksin booster -Ya itu perlunya surat bebas TT -. Kalo googling sih, ntar begitu tahu hamil juga wajib TT lagi. - Infonya masih simpang siur.

Kenapa ya banyak sekali vaksin TT-nya?! Kalo kata kawan Jepang saya bilang "Because your country is developing countries. Midwifery unsterilized tools. Danger. Can cause death in infants" :)) *Nggak boleh kesel. Kita ngomong Indonesia kan bukan cuman Jakarta atau Surabaya. Tapi juga pelosok*

Nanti kalo sudah dapet info saya share lagi.

Oia, kenapa vaksin TT cuman untuk perempuan? Karena laki-laki nggak hamil :p

Kamis, 17 Maret 2011

Menjadi dewasa yang bertanggung jawab

Kemarin saatnya vaksin HPV yang kedua. Sebulan ini nggak ada keluhan apa-apa pasca vaksin. dr. Pudjo bilang "Satu kali lagi dan kamu siap hamil. Kalo ada yang beda dari siklus segera kemari". Alhamdulillah, sehat. 

Tapi....begitu ke dokter gigi, DANG! Ada gigi yang harus ditambal :(( Akibat kelalaian saya sih, nggak ke drg. Ari setahunan. Eh,  ga terlalu salah sih. Tanda garis-garis kalo di dokter gigi biasa dianggap belum terlalu urgent untuk ditambal. Tapi pengalaman, gigi saya itu kalo lubang, dari luar nampak hanya garis, tapi kenyataannya ngerong ke dalam. Dulu pernah kejadian begitu dan agak parah, hingga gigi saya harus dimatikan. Dari dokter gigi biasa dirujuk ke kakaknya drg. Ari, drg. Donny. drg Donny juga yang mengoprasi gigi bungsu saya. Ya begitulah....sejak itu seharusnya saya lebih memilih kontrol di mereka ya.

Kalo mau kesana :
Ari Sigit, drg.,SpPros
Jl. Pucang Anom 86 Surabaya
Tlp. 5022860 (appoinment only)

Jangan kuatir. Mereka masih koko-koko muda nan ganteng :p Sebelum memutuskan untuk hamil, sebaiknya masukkan pemeriksaan gigi dalam daftar persiapan pra-kehamilan.  Tindakan yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi adalah menghilangkan semua jenis penyebab iritasi lokal seperti plak, kalkulus, sisa makanan, perbaikan tambalan, dan perbaikan gigi tiruan yang kurang baik.

Btw, sekalian up-date seserahan
 
*. Info dari sini 

Senin, 14 Februari 2011

Memilih untuk vaksin

Melindungi diri dengan vaksin HPV masuk ke dalam list persiapan pernikahan saya. Bagi saya, sejauh kita berpengetahuan maka sejauh pengetahuan itulah tanggung jawab kita kepada Sang pemberi pengetahuan a.k.a Tuhan Maha SegalaNya.

Well, level antibodi yang dihasilkan oleh infeksi alamiah HPV kemampuan proteksinya rendah, maka dibutuhkan vaksinasi untuk menghasilkan level antibodi yang cukup kuat. Saat ini di Indonesia tersedia 2 merk ; Gardasil punya Merck dan Cervarix punya GSK. Saya sendiri memilih Gardasil. Yang nyuntik dokter kandungan langganan saya dr. Pudjo Hartono SpoK. Vaksinnya di RS Husada utama. Kenapa di sana? Karena dr. Pudjo sudah tahu riwayat saya dan juga sejarah keluarga, plus deket rumah, daripada ngantri di prakteknya dr. Pudjo sampai ngantuk-ngantuk :p Oia, sebelum vaksin saya sempet survey. Banyak rumah sakit / dokter kandungan bilang jika pasien belum aktif secara seksual -Terserah udah nikah atau belum- tidak usah pap smear sebelumnya. Tapi ada satu klinik yang nggak usah saya sebut namanya mewajibkan semua pasien -aktif secara seksual ataupun belum- untuk pap smear.

Memang vaksin HPV lebih efektif jika diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual. Dalam kasus saya, dr. Pudjo menghitung jarak saya vaksin hingga menikah nanti. Paling nggak 6 bulan sebelum terjadi pembuahan. Hehehe...mempersiapkan generasi penerus sebaik mungkin :-)  Suntiknya 3 kali. Bulan ke nol, bulan 1 dan bulan ke-6 setelah suntik pertama.

Harga vaksin ini tergolong agak mahal. Tapi, masak biaya pernikahan mencapai delapan atau sembilan digit sedangkan harga vaksin yang hanya 6 digit aja sayang ngeluarinnya. Padahal ini termasuk investasi jangka panjang kita sebagai perempuan.

Suntiknya di lengan

Eh, iya...happy valentine ^^