Rabu, 27 Juli 2011

Tentang TT

Ada lagi 'surat sakti' yang diperlukan untuk melengkapi berkas di KUA. Yakni surat BEBAS TETANUS TOKSOID. Kata mama saya sih, program ini sudah ada sejak tahun 80-an. Program jangka panjang untuk memberantas tetanus. Karena kematian disebabkan tetanus pernah jadi momok besar di Indonesia.

Saya dalam proses melengkapi diri dengan vaksin HPV. Dokter obgyn saya memberi saran paling nggak vaksin HPV minimal 6 bulan sebelum terjadi pembuahan -kurang satu kali lagi-. Dan saya baru tahu *dodol.com* dari majalah bahwa vaksin TT  juga memerlukan waktu 6 bulan untuk membentuk antibodi. Dan saya menikah 3 bulan 3 minggu lagi :)) Ntah apakah memungkinkan HPV kali ke-3 digabung dengan vaksin TT.

Kalo diingat-ingat jaman SD dulu juga pernah divaksin TT? Dan emang iya, dari catatan mama saya, saya pernah divaksin TT kelas 1,2,3 SD. Tetapi jika jarak terakhir sudah lebih dari 10 tahun maka perlu vaksin booster -Ya itu perlunya surat bebas TT -. Kalo googling sih, ntar begitu tahu hamil juga wajib TT lagi. - Infonya masih simpang siur.

Kenapa ya banyak sekali vaksin TT-nya?! Kalo kata kawan Jepang saya bilang "Because your country is developing countries. Midwifery unsterilized tools. Danger. Can cause death in infants" :)) *Nggak boleh kesel. Kita ngomong Indonesia kan bukan cuman Jakarta atau Surabaya. Tapi juga pelosok*

Nanti kalo sudah dapet info saya share lagi.

Oia, kenapa vaksin TT cuman untuk perempuan? Karena laki-laki nggak hamil :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar