Tampilkan postingan dengan label special day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label special day. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2011

Untung Tidak Menikah Di Bulan April

Belakangan ini kesibukan diisi dengan mengirimkan undangan dan last detail. Ada beberapa cerita lucu tentang bagi-bagi undangan.

Me : Alamatmu mana? Mau kirim undangan
R : Bla...bla...bla...buat kapan?
Me : 19 November
R : Oh, undangan party radio X, ya? Minta dua dong gua
Me : --"

T : Lho, kok ungu undangannya? Bukannya warna kesukaanmu itu hijau?
Lala : Itu undangannya BuTi - Kawan di kantor lama memanggilku iBu Tiri -
T : Hah? Prima menikah?
Lala : Iya, tanggal 19 November ini.
T : Kok cepet-cepet?! *Menatap penuh curiga*

Y : Ini undangan apa say? Lucu amat undangannya
Me : Itu undangan nikahanku
Y : *LoLa* Eh?! What?! Kamu menikah?
Me : --"

AR : Sory BuTi lama balas bbm-nya. Kenapa nanya alamat?
Me : Mau kirim undangan
AR : Undangan acara apa?
Me : Undangannya nikahanku, BuTi
AR : Hahaha...BuTi bisa aja becandanya.
Me : Serius, gua mau nikah ini.
AR : Serius?! Kok kamu nggak pake drama sih mau kawinnya?
Me : *Plakkkkk*

Baiklah..... Saya tidak menutup-nutupi pernikahan saya, tapi saya juga tidak pernah menyatakan akan menikah sebelumnya. Hanya pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pernikahan saya yang tahu persis detail dari beberapa saat yang lalu. Kehidupan berjalan normal sebagaimana sebelumnya. Menurut saya drama, bridezilla apapun namanya, nggak cool untuk diekspose. Eh, atau kita sudah teracuni sinetron? Sehingga semuanya harus di dramatisir? Lebih dari semuanya, saya menyukai reaksi-reaksi di atas. Surpriseeeee!!! ^^
 
Olan : Untung ya makkk, lo nggak kewong bulan April. Pasti dikira April Mop
Me : Hahahaha...

Senin, 27 Juni 2011

Detox sebelum pernikahan

"When the universe let you meet the right people. It becomes...simple and easy".

Pic From Here

Saya adalah 'pengikut' Cerrie Bradshaw, tapi keinginan saya dalam sebuah acara pernikahan adalah menghadirkan nuansa keraton. Musik karawitan, paes ageng, setiap detail adat yang sarat akan makna. Dian bukan berdarah Jawa. Dia sudah campur-campur dan dengan baik hati mau merelakan saya membuat acara pernikahan menjadi Jawa banget.

Dua ritual yang nggak akan absen adalah pingitan dan puasa. Sound old school, right? :))

Pingitan

Adat pingitan modern ini kerap disalah artikan dengan menghambat rutinitas. Kalo sesuai pakem, pingitan itu dilakukan 40 hari, nggak boleh keluar rumah. Bukan semata-mata nggak ketemu calon suami/istri. Lalu ngapain 40 hari itu? Di rumah merawat diri. Selain itu makna pentingnya adalah menjaga keselamatan. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di luar sana. Kalo saya? Nggak mungkin lah ya 40 hari nggak keluar rumah. Ada kewajiban bekerja. Jadi 40 hari udah nggak ada tuh acara nonton basket, konser musik, nongkrong di mal, apalagi party-party :p Kalo nggak ketemu pasangan, emang kami pasangan LDR :p Tapi sepakat kami hanya akan menggunakan sms/bbm. Nggak pake dengar suara apalagi video call.

Kalau jaman dulu malah ada pingitan setelah pernikahan. 5 hari. Kenapa begitu? Jaman dulu menikah karena perjodohan. Jadi, kalo tinggal di rumah ada waktu saling mengenal satu sama lain. Seperti honeymoon ya. Ah, saya nanti setelah menikah akan disibukkan mengurus surat menyurut. Surat pindah, bank, bla bla bla. Administrasi lah.

Puasa

Yang kedua adalah puasa. Saya selalu menganggap puasa itu bertujuan penyucian jiwa dan raga. Sama. Ritual puasa 40 hari. IMO, ini fase pengendalian diri. Pengamatan saya, mendekati hari H, everything goes in rush. Puasa sebagai media untuk menahan diri. Juga sebagai bentuk pasrah, sehingga euforia tidak terlalu berlebihan, karena pernikahan hanyalah chapter pertama sebelum....and the story begin.

Kamis, 09 Juni 2011

Between us and Ten to Five

Setiap kisah cinta pasti ada soundtrack-nya. Begitu juga kami. Bagi kami secara nggak sadar Ten to Five menjadi band favorite teman perjalanan kami berdua ketika berlayar.Saking cintanya kami berdua sama mereka, @ten2fiveband pun menjadi follower kami. Hihihi....


Ini lagu muncul tahun 2004 bersamaan dengan kami baru jadian. H+1 setelah jadian kami harus memulai cerita LDR dan beberapa bulan setelahnya saya musti ikut COP (Community Outreach Program), dimana selama COP saya nggak bisa seenaknya SMS atau telpon. Oiya, ini CD album yang pertama saya terima dari Dian :p


Kalo ini album Ten to Five ke-2 yang terbit tahun 2006. Yup, our wedding song. Karena konsepnya Urban-Eleant with touch of heritage, kami menggunakan karawitan supaya dapat nuansa keraton Yogya, jadi nggak bisa pakai band. Tapi, Cuplikan lagu ini akan terhambur di sana ^_^

Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you
With my arms
I wanna feel love again [2x]
Cuz I know
Love is you

Sabtu, 16 April 2011

Tidak Cukup Makan Cinta (dangdut banget)

Keren!
Diperbesar!
Sebagai calon pasangan yang ingin memastikan hidup nyaman dan aman ke depan *semua pasangan deh, ya, mimpinya begini* salah satu hal yang bikin 'shock' -terutama saya- bahwa kenyataan setelah menikah adalah saya harus meninggalkan semua fasilitas yang diberikan oleh orang tua saya *Jleb*.

Ok, semua yang ada di daftar ini dibiayai oleh orang tua. Kecuali mas kawin, cincin kawin, seserahan, Jahit kebaya dan jas (buat akad), biaya admin KUA, Pre-marital check up, Vaksinasi HPV dan vaksin TT ditanggung sama kami berdua. Baik bener kan orangtua kami. Alhamdulillah Tapi, setelah jederrrr!!! hari H, saya musti pindah ke Bitung city. Dimana Bitung city itu? 1 jam perjalanan dari Manado. Don't ask me more, I've never been there.

Pindah secara raga dan jiwa. Barulah di sini sadar. Kami akan single income dan memiliki tanggung jawab baru sebagai suami-istri dan yang terpenting, kami harus jadi orangtua yang baik, membuat bahagia anak-anaknya dan tidak menyusahkan anak-anak kami kelak. Berkaca dari orangtua kami yang mereka membesarkan kami tapi mereka nggak minta 'disupport' secara financial. Plus proteksi kesehatan mereka bagus banget. Ayah saya keluar uang untuk pasang ring 3 sekaligus, seharga xenia. Mereka membayar (asuransi dan uang cash) tanpa mengganggu cash flow yang lain atau jual-jual barang. Both of them memasuki masa pensiun. Ayah wirausaha -masih aktif sebagai hobi bukan butuh uang-. Begitu juga orang tuanya pasangan. Gimana bisa begitu? Orang tua kami bekerja, sukses, dan hidupnya ga neko-neko. -Salahkah di jaman mereka nggak ada iPad, camera, sepeda, and blame lifestyle- *cari kambing hitam**Jleb kedua*

Menilik dari kepanikan saya, Dian, calon suami saya tercinta itu, mendaftarkan saya di QM Financial. Cinta dia pada saya begitu besar, nggak mau melihat saya panik histeris. *byorrr*

Lucky us. Jadi kelas kecil berisi sepuluh orang saja. Dan saya termuda dan masih single. Horeee!!! *Ga penting ditulis*. Kami beruntung karena kami 'sadar' sebelum kami memulai berlayar. 8 orang, mereka mengaku terlena dengan fasilitas orangtua. Ga punya duit lahiran, ada ortu yang bumperin. Begitu anak masuk SD, lha...kagak ada duit. Dan 1 lagi ibu, single mom karena suaminya meninggal dan nggak punya asuransi jiwa :(

Tadi sih baru dapet ilmu pengenalan, menghitung time value money *iye, dulu kuliah udah dapet*, dan financial check up. Sehat. Ya iyalah. Masih numpang makan tidur di rumah ortu. Cuman yang rada sumringah, kata mbak Fitri QM : Di start kalian udah tahu 'tujuan lo apa', Insyallah kalian kuat bangun pondasi. Alhamdulillah. Amin. Sekarang kami lagi bikin ilustrasi single income dengan pengeluaran 2. Dengan tujuan dana darurat, dana melahirkan -jangka pendek- dan DP rumah (5 tahun lagi) *Yuk mareee hajarrr*

Nggak bisa dipungkiri, keuangan bisa bikin perkawinan galau kalau nggak diurus dengan benar.

Have nice weekend ^^

Selasa, 29 Maret 2011

Draft undangan

Nampak belakang
Nampak Depan

Draft undangan akhirnya jadi juga :p

Ini undangan desainnya saya bikin sendiri...hehehe...lalu ditunjukkan ke Dian dan mama,papa, mereka semua setuju. Kebetulan juga susunan kalimatnya mirip dengan undangan pernikahan mama dan papa saya. Yang  bikin lama, ga jadi-jadi desainnya, karena awal saya pengen yang nampak belakang itu motif kawung. Tapi ternyata susah mencari softcopy kawung warna ungu. Sempet juga menggambar dan diwarnai...kok hasilnya...ya gitu deh, ga pas di hati. Akhirnya ya beginilah hasilnya. Mewakili Urban - Elegant with touch of heritage (ukirannya mewakili touch of heritage) - karena saya yang desain suka-suka saya bikin filosofi - :p

Pengerjaan undangan di sahabat kami sendiri, neng Suci. Karena dia tinggal mencetak saja maka harganya diskon 50% :p *dilempar sandal* 

Memang dibuat hanya selembar saja. Dimensi ukuran saya buat 18 cm x 18 cm dengan ketebalan 1 mm. Ukiran nampak belakang itu embos. Belum ketemu lagi sama si Suci, bisa nggak  ya embos pada ketebalan 1 mm? Tapi yang jelas, bukan hardcover.

Desain amplopnya belum kepikiran. Masih cari inspirasi nih ^^

Minggu, 27 Maret 2011

Mempersiapkan pernikahan sedangkan pasangan nun jauh di sana

Yup, saya dan Dian adalah pasangan yang menjalani Long Distance Relationship. Termasuk mempersiapkan hari H juga dengan jarak terpisah. Rumit kah?! Tidak juga. Tidakkah merasa repot sendiri sementara pasangan di pulau seberang asyik tidur lelap?! Nggak. Saya di sini dibantuin keluarga dan juga teman-teman yang baik hati dan ringan tangan. Mungkin juga karena saya sudah terbiasa mengurusi detail sebuah acara. Tapi jangan sedih. Walau anda belum terbiasa membuat sebuah acara, tetep kok, bisa ngurus pesta pernikahan meski pasangan ada di seberang.

Cara paling mudah : Do Hire a professional Wedding Organizer

Tapi kalo memang budget terbatas, tetep jangan sedih! Kalian masih bisa kok mengaturnya.Sedikit tips dari saya :

1. Kendalikan emosi anda. Trust me! Ini rempong. Menjadi Bridezilla sangat-sangat nggak cool. Jadi galau, mellow, up and down emosi hanya menguras energi.

2. Manfaatkan semua teknologi untuk mendukung meeting via dunia maya. Skype, YM!, Video call untuk menentukan apa, bagaimana, detail yang anda gunakan dalam pesta pernikahan anda.

3. Libatkan keluarga atau teman yang memang dekat keberadaannya dengan anda. Nggak usah mellow dramatis karena nyari dekorator seorang diri tanpa dibantu pasangan. Ajak keluarga atau teman untuk menemani. Ini tidak berarti keputusan HANYA di tangan anda dan melalaikan pasangan. Anda mencari-cari berdasarkan obrolan bersama dari point ke 2.

4. Jadwalkan cuti. Walau ada teknologi keberadaan fisik tetap diperlukan. Jadwalkan cuti untuk mengurus surat-surat pernikahan, fitting baju, maupun membeli cincin kawin.

5. Bersama pasti bisa. Kalo mengurus begini saja rempong, penuh dengan air mata...pikirkan lagi ya cing, beneran kalian mau menikah? Kalo yakin bersama...insyallah semua kendala dapat dengan mudah diatasi tanpa perlu dramatisir.

Selamat mencoba kawan!

Kamis, 17 Maret 2011

Menjadi dewasa yang bertanggung jawab

Kemarin saatnya vaksin HPV yang kedua. Sebulan ini nggak ada keluhan apa-apa pasca vaksin. dr. Pudjo bilang "Satu kali lagi dan kamu siap hamil. Kalo ada yang beda dari siklus segera kemari". Alhamdulillah, sehat. 

Tapi....begitu ke dokter gigi, DANG! Ada gigi yang harus ditambal :(( Akibat kelalaian saya sih, nggak ke drg. Ari setahunan. Eh,  ga terlalu salah sih. Tanda garis-garis kalo di dokter gigi biasa dianggap belum terlalu urgent untuk ditambal. Tapi pengalaman, gigi saya itu kalo lubang, dari luar nampak hanya garis, tapi kenyataannya ngerong ke dalam. Dulu pernah kejadian begitu dan agak parah, hingga gigi saya harus dimatikan. Dari dokter gigi biasa dirujuk ke kakaknya drg. Ari, drg. Donny. drg Donny juga yang mengoprasi gigi bungsu saya. Ya begitulah....sejak itu seharusnya saya lebih memilih kontrol di mereka ya.

Kalo mau kesana :
Ari Sigit, drg.,SpPros
Jl. Pucang Anom 86 Surabaya
Tlp. 5022860 (appoinment only)

Jangan kuatir. Mereka masih koko-koko muda nan ganteng :p Sebelum memutuskan untuk hamil, sebaiknya masukkan pemeriksaan gigi dalam daftar persiapan pra-kehamilan.  Tindakan yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi adalah menghilangkan semua jenis penyebab iritasi lokal seperti plak, kalkulus, sisa makanan, perbaikan tambalan, dan perbaikan gigi tiruan yang kurang baik.

Btw, sekalian up-date seserahan
 
*. Info dari sini 

Selasa, 08 Maret 2011

Update Seserahan

Update seserahan.


Rumahku itu deket dari masjid Ampel. Maunya beli di sana, tapi kok nggak sempat-sempat. Eh, pas sejalanan kantor, di Mayjen Sungkono nemu Pusat Sajadah yang menjual perlengkapan haji, umroh. Yang bikin mata berbinar ada tulisan diskon 50%. Hehehe.....alhamdulillah rejeki lagi ^^ Sekalian beli sama tasbihnya.

Boleh lho mampir ke :

RUKO GALERIA CENTER
Jl. Mayjen Sungkono 143 No. A-1 Surabaya
Tlp. (031) 5630329

Sajadahnya dari yang tipis sampe yang Rp.500.000,- juga ada. Tasbihnya dari yang kayu begitu ampe yang dari kristal-kristal bening juga ada. Hehehe...iseng-iseng ceritanya. Jadi, tinggal beli kain sama kosmetik yang bisa dibeli dekat-dekat hari ^^

Minggu, 06 Maret 2011

Dekorasi


Sabtu kemarin meeting up sama dekoratornya. Kurang lebih terjemahan Urban - elegant with touch of heritage seperti di atas. Tentu warnanya disesuaikan dengan elegant purple. Dan taman di depannya saya coret karena too old style. Masih dirombak total, saya minta lebih urban - minimalis.

Dari awal untuk gapura saya pengen berbentuk pohon 'sakura'. Karena nggak mungkin pake sakura asli, boleh lah ya ini. Tentu tanaman kecil di bawahnya dibuat lebih sederhana, tapi tetap rimbun. Udah mulai kebayang bagaimana dekorasinya.

Semoga nanti para undangan menyukai desaignnya ^^

Rabu, 23 Februari 2011

Souvenir : Part 1

Beginilah nasib orang yang terbiasa bikin event mempersiapkan pernikahannya. Rempong dengan ide yang muncul di kepala :p Niat awal pengen souvenir yang bisa tight - in dengan tema urban - elegant with touch of heritage, bisa kepake sama para undangan, tapi juga supaya undangan ingat dengan 'brand image' saya dan Dian. Tercetuslah ide album duet campur sari Prima & Dian...lha kok nggak ada label yang mau ngontrak kita *Ditendang ke New York*.

Btw, apa sih brand image-nya?! Both of us demen...cemilan teman-teman :))) Cetek amat, ya, brand imagenya. Dan...jadilah ide stoples untuk souvenir resepsi. Tapi stoplesnya nggak mau dicap-cap nama kita, apalagi muka kita....nggak sedap dipandang mata cing! Lho, bukannya konsep souvenir itu sebagai kenang-kenangan? Nggak ada tempelan apa-apa gimana ingatnya? Haduhhh!!! Kami hanya ingin diingat di hati cynn! :p Hayo, jujur! Berapa banyak sih, souvenir bercap yang kemudian dipake kalian?.... 

Dari survey, toples yang dijual jasa pengadaan souvenir, kebanyakan lebih kecil dari yang saya mau. Konsekuensinya kulakan sendiri. Kebetulan di Surabaya itu ada Kedaung. Produsen barang pecah belah begitu. Eh, pas ke sana....dapat rejeki diskon dari managernya :p Tapi...toples pertama yang saya mau, jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan :(  Nggak bisa repeat order ke pabrik karena minimal pemesan adalah 3 kontainer ^^ Dikombinasilah dengan yang kedua.

Ok, masalah pengadaan kelar. Masalah penyimpanan di rumah juga kelar. Ini kreasi 1, Rendanya tumpuk dua. Lalu yang kreasi 2, Rendanya udah jadi satu. Thanks to Ai - UD Menang Kancing (Belakang Stella Marris) yang mau direpotin untuk cari warna ungu. Memang kok pelanggan satu ini demen banget ngerepotin :p Koleksi UD Menang Kancing termasuk lengkap untuk daerah Surabaya. Mana murah lagi ^^

Kreasi 1
Kreasi 2



Terimakasih buat tante saya dan para dayang-dayangnya yang sudah mau jadi 'pekerja' dadakan saya *kecup satu-satu* Eh, tapi ini belum kelar. Masih belum packagingnya :)) Udah nge-desain kantung -macam tempat duit orang Cina- nanti toplesnya masuk situ. Ntah mo pake bahan kain kaca atau kain jaring-jaring. Diobrolin dulu sama penjahitnya, yang kuat mana untuk beban stoples ukuran tanggung begitu. Apalagi dalemnya mau saya isi permen -Eh, dibuka lho buat sponsor. Nanti kompensasinya boleh pasang roll banner di pintu masuk :)) -

Mudah-mudahan nanti souvenirnya berkenan ^^

Senin, 21 Februari 2011

Seragam Panitia

Well, menurut trend fashion yang disebut-sebut para majalah mode, tahun 2011 adalah tahunnya Gold and Purple. Karena tema saya Urban - Elegant with touch of heritage maka saya pilih ungu. Karena hasil sketsa sementara yang saya buat, dekorasinya mostly white diberi sentuhan purple dan turunannya. 

Bahan kebaya yang cihuy dan memang lazim dipake ya kain brokat.  Terimakasih buat langganan kain saya, Si abang Vijay dan karyawanan yang mau direpot-repotin sama saya, masih pake nawar mampus pula :)) Yak, untuk yang di wilayah Surabaya kalo mau beli kain, tak lain tak bukan di Bombay Textile JMP 1 Blok A no. 32, Telp. 3556152. Hehehe...koleksinya keren, Yang punya dan pegawainya ramah pula.

Ini beberapa yang sudah di beli untuk mama-mama, nenek, among tamu ( kakak-kakak, tante-tante, budhe-budhe ). Penjaga meja tamu dan souvenir disewakan saja ^^

Kain mama-mama untuk resepsi

Kain mama untuk upacara ijab

Kain buat si mbah 
 
Kain buat among tamu (tante-tante)

Kain buat panitia aka sahabat-sahabat saya yang unyuu

Kece ga?
Lalu mana punya saya? Hehehe...belum :p Rencananya sih yang bikin sendiri kebaya akad, juga beli kebaya buat seserahan juga. Kayaknya sih yang beli, kebaya seserahan, kebaya akad biar desainernya yang cari. Emang udah nemu desainernya? Belum :p 

Food

Nggak bisa dipungkiri budget katering itu paling besar daripada pos-pos pengeluaran yang lainnya. Pemilihan katering pun saya paling clueless diantara vendor yang lainnya. Maklum lidah dan perut saya itu hanya mengenal makanan enak dan enakkkk sekali :p Tapi penentuan katering nggak semata-mata pada rasa saja, tapi juga attitude - Jiah, ikut-ikutan IMB ajah - karyawan si katering. Apalagi katering merupakan sajian utama dalam sebuah resepsi.

Pilihan saya jatuh kepada Hidayah -Rekanan Balai Kartika- Jl. Bubutan 138 Surabaya 60175, Telp. 5462963, 5473530. Jujur, kenapa memilih Hidayah? Saya suka dengan sikap mereka. Cara melayani dan memberi informasi. Hehehe...first impression penting bo'. Lalu baru ingat-ingat dan survey. Hohoho...my lovely bestfriend Suci -owner UD 46- bilang enak, mama Rita juga bilang enak, Bu Giek -Vendor perias- juga rekomen. Dan....saya tetep ga ingat 'rasa' masakannya, walau ada yang ingetin Hidayah pernah dipake di resepsi A, B, C :))

Katering sebenarnya masih aman jika dibooking 6 bulan sebelum hari H. Tapi, yah...selama kerjaan bisa dibereskan lekas, kenapa musti ditunda-tunda ^^ Saya baru DP saja sih. Belum milih-milih menu dll -karena saya the most healthylicious pengennya semua makanan sehat- *Prettt* Eh, ini booking untuk katering resepsi, katering akad belum diputuskan, apakah akan memakai yang sama atau beda.

Btw, Test Food -TF- nungguin jadwal Dian pulang ke Surabaya dulu buat test food menu yang kita pilih nanti. Tapi, ada juga beberapa test food yang pernah saya baca :

Pertama, TF di pesta yang kita ga kenal sama pengantinnya.
Kelebihannya: kita bisa liat langsung pelayanan mereka dan kesigapan mereka dalam menangani piring kotor atau menambah makanan yang hampir habis.
Kekurangannya: kadang merasa ga nyaman, karena kan kita ga kenal dengan pengantinnya.

Kedua, TF di pantry ketika resepsi berlangsung
Kelebihannya: Biasanya ditemenin langsung sama orang cateringnya, jadi kita bisa nanya-nanya tentang makanannya.
Kekurangannya: Biasanya cuma makanan buffet-nya aja yang ditawarin di pantry. makanan gubukannya ga semua ada.

Ketiga, TF dibawain dalam kotakan dari sebuah resepsi
Kelebihannya: semua orang rumah bisa nyobain makanannya. 
Kekurangannya: Sampe di rumah makanan pasti sudah dingin, Ga mungkin sehangat kalo disajikan di pesta.

Keempat, TF di pameran wedding.
Kelebihannya: Cateringnya pasti sudah menyiapkan price list/brosur, jadi lebih gampang untuk nanya atau mau hitung budget langsung.
Kekurangannya: karena untuk pameran mereka pasti hanya masak secukupnya, ga sebanyak klo dipesta beneran. 

Kelima, TF khusus untuk keluarga -nah ini yang kayak saya nanti-
Kelebihannya: Ya kita duduk manis, makan, dan memberi komentar macam pak Bondan. Komentarnya apaan? Kurang asin, manis, terlalu kental dll
Kekurangannya: Ya bukan simulasi langsung sebuah resepsi sih.
Selamat berburu ^^

Kamis, 17 Februari 2011

To Do List

Ok, karena menikah itu bukan pekerjaan rutin, malahan sekali seumur hidup, dan teman-teman saya banyak yang anak pertama, suka bingung what should i do, what should i do...menjelang hari pernikahan mereka. Sedangkan ibu/mama/umi/mommy/ what ever you called her udah lama banget melangsungkan pernikahannya, mereka suka lupa dan ikut-ikutan blank spot. Gini-gini, saya akan berbagi TO DO LIST *Eh, lo itu calon mempelai apa wedding organizer sih?!* Hehehe....

Here we go....

6-12 Bulan sebelumnya
  • Tentukan tanggal dan waktu pernikahan >>> Kalau yang mau pake hitungan weton ya silahkan. Tapi ada sedikit tips kalo mengundang di luar kerabat :
          - Pastikan tidak bertepatan dengan hari besar keagamaan dan juga long weekend
          - Jika yang diundang kebanyakan orang kantoran, ya jangan milih tanggal weekdays.
          - Perhatikan juga waktu pagi, siang, sore, malam. Outdoor, siang, di Surabaya?! Ga sayang make up luntur? :-)
          - Perhatikan kondisi cuaca juga ya.
  • Banyak-banyak berbicara, heart to heart sama orang tua.>>> Trust me! Isi kepala lo, pasangan lo, mama, papa, mama mertua, papa mertua, or tante, nenek dll multi tafsir. Daripada buang energi buat perang urat syaraf, mending ngobrol dulu santai. Apa aja yang perlu diobrolin ?
          -. Jenis upacara apa yang mau dipake
          -. Jumlah tamu yang akan diundang. Remember this
          -. Tempat resepsi
          -. Katering
          -. Bikin budget dong yaaa!!!
          -. Diobrolin juga masalah pembagian tanggung jawab pembiayaan
          -. Susun panitia
  • Tentukan tema pernikahan kalian
          Sebuah tema akan memberikan nuansa bagi upacara pernikahan kalian karena tema akan diaplikasikan ke dekorasi, baju, bunga, undangan, souvenir, yang satu sama lain -alangkah eloknya- kalo mempunyai harmonisasi. Kabetulan tema saya : Urban - Elegant With Touch Of Heritage *Muntah darah tukang dekornya*
  • Survey >>> Setelah tahu "Apa yang lo mau?" dari penentuan tema. Segeralah survey gedung, katering, dekor dll.
  • Booking tempat resepsi 
          Kalau saya di sini. Namun ada beberapa tips :
          -. Tentukan plus dan minus tempat tersebut
          -. Syaratnya apa untuk sewa tempat tersebut. PERHATIKAN klausul deposit-deposit ya!
          -. Fasilitas apa saja yang dimiliki
          -. Kapasitas sesuai dengan undangan
          -. Untuk outdoor, tanyakan pada pemilik venue jikalau tiba-tiba hujan deras
          -. Biaya tambahan yang memungkinkan muncul e.g : Ijin keramaian, parkir, listrik, keamanan dll
          -. Sistem pembayaran harus jelas
          -. Baca teliti kontrak jikalau terjadi first majeur (banjir, gempa bumi, kerusuhan) >>> Naudubillah!
          -. Lokasi kalo bisa mudah dijangkau tamu
          -. Parkiran yang memadai
          -. Perhatikan rekanan gedung tersebut. >>> Kadang ada tempat resepsi yang ga menarif gedung tapi kita kudu pesen F&B-nya di sana.
          -. Pada intinya hitam di atas putihnya jelas

  • Hubungi penghulu/pastor yang dipilih untuk menikahkan kita
  • Hubungi dekorator
          Nah, untuk membangun tempat resepsi seperti tema yang kita inginkan dibutuhkan dekorator sebagai penerjemahnya. Bicarakan kemauan anda padanya. Perhatikan juga detail-detail. Details support the big things.
  • Pilih katering
          -. Pilih yang memiliki reputasi rasa ciamik terstandar (bukan di si A enak, di si B biasa, di si C wuenak pol)
          -. Pilih juga yang komitmen layanannya yahud.
          -. Tanyakan detail layanan mereka. Jika nambah gubug dll
          -. Pilih menu disuka banyak orang dalam porsi besar dan menu 'unik' dalam porsi kecil. Unik itu semisal sushi, sate padang, Kimchi. Tidak semua orang doyan tapi mungkin mau incip.
          - Test food dulu ya. >>> Kalo memang blank dengan reputasi (rasa maupun pelayanan) si katering, bisa test foodnya dengan mendatangi klien si katering. Tentunya bawa amplop ya bo'. Kalo reputasinya sudah faham ya test food di dapur mereka saja.  
  • Temui perias
          -. Pilih perias yang tidak membuat anda canggung apalagi takut karena dia galak :p
          -. Perias yang bagus yakni perias yang bisa menonjolkan kelebihan dan menutupi kekurangan.
          -. Test make up
  • Pilih Cincin Kawin
  • Beli seserahan. Check here
  • Pilih Fotografer dan videografer >>> Cari yang reputable
  • Pre-wedding (Saya tidak pakai) X
  • Pilih Kartu undangan >>> Bukan hanya selembar kertas tetapi merupakan first impression antara anda berdua dengan tamu yang diundang.
  • Pilih souvenir >>> Sebagai ucapan terimakasih alangkah eloknya jika kelak akan berguna bagi para undangan dan tentunya meaningful
  • Pilih baju pengantin >>> Baru baju panggih dan resepsi
  • Pilih pakaian untuk panitia
  • Pilih MC dan entertainment >>> Apapun yang kalian pilih, mo orkes melayu, mo campur sari, mo band, atau orkestra sekali pun....tolong pilih lagunya. Jangan yang tema selingkuh, putus dll.
  • Urus surat kelengkapan administrasi KUA / Catatan sipil
  • Pre-marital check up
4 Bulan Sebelumnya
  • Selesaikan semua pembayaran vendor
  • Cari referensi akomodasi jikalau ada tamu dari luar kota yang jauh bahkan luar negeri.
  • Siapkan transportasi untuk mengangkut pengantin maupun keluarga dari rumah ke tempat resepsi
3 Bulan Sebelumnya
  • Buatlah daftar lagu yang akan dimainkan pada saat resepsi
  • Reservasi tempat kalo mau bulan madu (Saya mah ngurus surat pindahan)
2-1 Bulan Sebelumnya
  • Konfirmasi semua vendor
  • Mulai kirim undangan (dahulukan yang zonanya paling jauh)
  • Tes make up
  • Fitting terakhir (ga boleh bertambah atau nyusut bobotnya)
2 Minggu sebelumnya
  • Sudah tidak ada lagi tagihan
  • Cek kerjaan semua panitia
1 Minggu sebelum
  • Cuti dari kantor, ongkang-ongkang, rileks tapi jangan nyamil :))
The Day >>> I have no idea what will be happened...I'll just enjoy the day ^_^

Selasa, 15 Februari 2011

Don't forget the details : SESERAHAN

Seserahan sudah menjadi bagian umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya, kini sudah mengakar budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan. Seserahan sebagai  simbolik bahwa si pria bertanggung jawab ke pihak keluarga perempuan. Biasanya seserahan diberikan pada saat malam sebelum akad nikah pada acara midodareni untuk adat Jawa . Tetapi ada juga yang melakukan seserahan pada saat acara pernikahan. In my case, yes, rencana pada saat acara pernikahan.

Semua list saya buat dan kemudian diserahkan kepada Dian. Budget acc. Dan pergilah berbelanja (ini bagian pengadaan PT mana sih?) Bukan begitu, ini kan simbol tanggung jawab si pria kepada perempuan, bukan perempuannya malakin ya makk.

Adat Jawa sih jumlah seserahannya harus ganjil. Karena saya pencinta 9 pengennya 9 buah seserahan (kayaknya bakal lebih). Dan karena belinya take a time, biar ga keburu-buru kudu dicicil dari jauh-jauh hari. Alhamdulillah, barang yang sudah kebeli ada aja diskonannya ^.^ Btw, kemungkinan saya nanti nggak pake kotak-kotak seserahan. Maunya yang praktis aja. Masuk ke koper. Papa,mama dan kakak-kakak dulu juga gitu. Lagipula koper bisa lebih kepake dibanding kotak-kotak.

1. Perlengkapan ibadah :
  • Mukena
  • Sajadah
  • Tasbih
2. Pakaian dari atas sampe bawah :
  • Bahan kain +  kain batik + udet (apa ya bahasa Indonesianya?)
  • Selop
  • Tas pesta
  • 3 pasang underwear
  • Piyama 
3. Perlengkapan mandi :
  • Handuk
  • Sabun
  • Body scrub
  • Body lotion
  • Face soap
  • shampoo
4. Face care + Make up
  • Pelembab
  • Bedak
  • Pensil alis
  • Blush on (eye shadow punya banyak)
  • Lipstick
  • Parfum
5. Bunga bale *Jangan tanya lebih lengkap saya tak paham juga*

 Pic from here
Isinya sih nasi kuning, ayam bakar, telur

6. Tepak sirih (tentative karena saya bukan melayu)
7. Buah-buahan (Ada pisang ayu)
8. Kue-kue yang lengket-lengket itu.
9. Buku Ainun - Habibie bertanda tangan pak Habibie ^_^


10. Koper :p

Hehehe...seserahan mix and match dari 2 adat yang berbeda.Lihat kan! Printilannnya banyak banget. Yang kalo nggak dipersiapkan jauh-jauh hari bakalan bikin ribet. 

Btw, Just enjoy your time ^_^

Senin, 14 Februari 2011

Memilih untuk vaksin

Melindungi diri dengan vaksin HPV masuk ke dalam list persiapan pernikahan saya. Bagi saya, sejauh kita berpengetahuan maka sejauh pengetahuan itulah tanggung jawab kita kepada Sang pemberi pengetahuan a.k.a Tuhan Maha SegalaNya.

Well, level antibodi yang dihasilkan oleh infeksi alamiah HPV kemampuan proteksinya rendah, maka dibutuhkan vaksinasi untuk menghasilkan level antibodi yang cukup kuat. Saat ini di Indonesia tersedia 2 merk ; Gardasil punya Merck dan Cervarix punya GSK. Saya sendiri memilih Gardasil. Yang nyuntik dokter kandungan langganan saya dr. Pudjo Hartono SpoK. Vaksinnya di RS Husada utama. Kenapa di sana? Karena dr. Pudjo sudah tahu riwayat saya dan juga sejarah keluarga, plus deket rumah, daripada ngantri di prakteknya dr. Pudjo sampai ngantuk-ngantuk :p Oia, sebelum vaksin saya sempet survey. Banyak rumah sakit / dokter kandungan bilang jika pasien belum aktif secara seksual -Terserah udah nikah atau belum- tidak usah pap smear sebelumnya. Tapi ada satu klinik yang nggak usah saya sebut namanya mewajibkan semua pasien -aktif secara seksual ataupun belum- untuk pap smear.

Memang vaksin HPV lebih efektif jika diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual. Dalam kasus saya, dr. Pudjo menghitung jarak saya vaksin hingga menikah nanti. Paling nggak 6 bulan sebelum terjadi pembuahan. Hehehe...mempersiapkan generasi penerus sebaik mungkin :-)  Suntiknya 3 kali. Bulan ke nol, bulan 1 dan bulan ke-6 setelah suntik pertama.

Harga vaksin ini tergolong agak mahal. Tapi, masak biaya pernikahan mencapai delapan atau sembilan digit sedangkan harga vaksin yang hanya 6 digit aja sayang ngeluarinnya. Padahal ini termasuk investasi jangka panjang kita sebagai perempuan.

Suntiknya di lengan

Eh, iya...happy valentine ^^

Jumat, 11 Februari 2011

Yuk Me - list!


Berdasarkan pengalaman saya dalam menangani sebuah event, membuat list undangan adalah hal yang nampak sepele tapi crucial. Bagi saya, list undangan harus dilakukan secara teliti, cermat dan membutuhkan waktu paling banyak. Biasanya, karena banyak yang dipikirkan, cenderung melupakan orang yang seharusnya kita undang. Padahal, kita membuat suatu acara untuk kepuasan para undangan juga. List undangan nggak cuman sebagai patokan dalam menentukan jumlah pesanan undangan, souvenir, dan tentu saja CATERING, banyak yang bisa digali dari list undangan.

  • Flow manusia

List undangan harus dilakukan oleh kedua belah pihak keluarga calon mempelai. Termasuk keluarga juga harus di-listing. Kenapa begitu? Biar ketahuan jumlah manusia yang akan berada di dalam gedung resepsi itu berapa jiwa. Ini penting untuk merancang flow para tamu.. Uhm, nggak perlu sampai makai manajemen konser sih, nggak mungkin juga undangan akan rusuh kan, ya :p perhitungan cermat ini semata-mata untuk memberikan kenyamanan bersama.

  • Pemetaan distribusi undangan

List undangan ini juga penting untuk pemetaan wilayah pengiriman undangan. Apalagi jika pengiriman undangan mencakup sabang sampai merauke atau luar negeri. Dengan begini jadi mudah mengkoordinasi mana yang memakai jasa pengiriman dan mana yang disebarkan sendiri. Pilih jasa pengiriman yang kredibel ya. Saya sih belum memikirkan mo pakai yang mana :p

  • VIP

Perhatikan juga list undangan VIP. Apabila sampai mengundang pejabat, perlu diperhatikan protokolernya. Ada yang rempong, ada yang santai, ada yang nggak mau ribet ngantri salaman, ada yang mau. untuk itu perlu dibentuk panitia khusus untuk ’menangani’ mereka. Oya, pengiriman undangan pejabat biasanya lebih aman diserahkan ke ajudan/sekretaris dan diserahkan secara ’khusus’. Daripada ilang nggak jelas. Saya sendiri menggunakan tim tangguh untuk mengurus para VIP. Mbak Lusi, Mas Arif, Novi dan Lala. Orang-orang yang sudah terbiasa ngurusi para pejabat –Psstt, khusus dengan saya bayaranya murah. Nasi soto sepiring. Baik kan, mereka... hehehe - *Peluk sahabat-sahabatku yang unyuu*. Kalo menggunakan orang-orang yang belum berpengalaman perlu tuh bikin list foto khusus tamu VIP. Oya, dengan koordinasi dengan protokoler jadi tahu, perlu nggak metal detector. Hehehe...rempong ya? Emberrr.

  • Biar nggak ada yang ketinggalan 

Jaman sekarang tak jarang mempelai mengirimkan undangan via FB, twitter, blog, bbm group, sms dll. Harus memperkirakan juga cakupan undangan model tersebut karena sifatnya massal. Jangan sampai karena mempelai kondang yang datang diluar perkiraan. Hal ini boleh saja sih untuk mengejar kepraktisan tapi jangan lupa memperhatikan kenyamanan.

Listing, listing deh. Semakin cepat dilakukan semakin nyaman ^^

What next?

Disadari atau nggak, vendor perias penganten mengambil porsi paling besar pada semua rangkaian  acara pernikahan. Sehubungan dengan Balai Kartika yang memiliki beberapa vendor rekanan, saya mencarinya ya dari situ. Eh, kebetulan sejak jaman belum berencana menikah saya sudah punya pilihan perias. Antara Citra Retna -Bu Nunik Silalahi-, atau Savitri -Bu Savitri Milosdini-. Dua-duanya sama-sama top markotob. Tapi rejeki saya sepertinya ada di Bu Milos :-)

SAVITRI - the wedding for life
Jl. Lombok 10 Surabaya - 60246
Ph. 031 - 5032890 / 5019028


Wah, kebetulan pula di Savitri ini melayani paketan. Tambah mantap hati menentukan pilihan. Walau saya terbiasa mengurusi event tapi saya mempertimbangkan menggunakan paket yang ditawarkan sama Savitri. Kenapa nggak memberdayakan keluarga? Keluarga saya memang besar (ukuran tubuhnya :p) tapi jumlahnya mini. Kalo Dian, hanya mama Rita saja yang di Surabaya. Uwak dan Om tersebar di Jakarta, Medan, Bandung. Sedangkan, mana sanggup saya in-charge sampai hari H kecuali dibayar sama Dian kayak saya menangani event biasanya *ditendang ke USA*

Saya mengambil paket A. Isinya :
1. Rias pengantin & busana lengkap (dari siraman, midodareni, akad, resepsi)
2. Rias & busana sarimbit bapak + ibu (siraman)
3. Rias & busana sarimbit bapak + ibu + besan (ijab + resepsi)
4. Rias & busana sarimbit among tamu ( 4 set) - ini pasti nambah-
5. Rias & busana lengkap penerima tamu (4 wanita) -karena sepupu saya mostly laki semua maka akan meminjam pacar mereka :p -
6. MC untuk acara lengkap -yang dwi bahasa. Jawa - Indonesia maksudnya-
7. Kamar pengantin (Bed cover + Gordyn + lampu duduk + karpet + bunga) -untuk kebutuhan foto midodareni. Saya mah memilih menginap di hotel dekat rumah :p -
8. Dekorasi siraman + taman + bunga
9. Meja ijab + taplak + 10 buah kursi + bunga (pilih terop yang tight in ya temanya. karena sewa terpisah)
10. Pelaminan 3-5 meter + bunga di rumah (untuk prosesi adat)
11. Pelaminan 12 - 17,5 meter untuk di gedung (belum kepikiran desainnya)
12. Bunga jalan di gedung (6 buah) -Bisa ga ya sakura?!-
13. Gapura / pregolan bunga di gedung (1 buah)
14. Janur pintu masuk & penjor (2 buah)
15. Tuwuhan
16. Janur kembang mayang (4 buah) + rias & busana lengkap pembawa kembar mayang (2 pasang)
17. Foto (200 lbr film 4R + 20 lbr film besar 10R)
18. Shooting video (1 master + 1 copy)
19. Gending karawitan buat di gedung (cita-cita mengusung nuansa kraton Ngayogyakarto)
20. Cucuk lampah
21. Tarian tradisional
22. Mobil penganten 
23. Foto pre-wed di studio

Sudah cukup lengkap. Tapi saya mencoret nomor 21 dan 23. Kenapa dicoret? Tarian nggak cukup perlu lah dan memang nggak menjadwalkan waktu buat pre-wed (belagak sibuk deh yaaaa.... :p).

Untuk perias, cari yang gaya riasannya sreg dihati. Cari juga referensi berbagi pengalaman dengan yang sudah pake jasa perias tersebut, sesuaikan juga budget, dan yang pualing, pualinng, penting....tim perias yang mau berdiskusi dengan calon mempelai.

Kamis, 10 Februari 2011

Mengapa memilih balai kartika?

Balai kartika atau nama resminya Balai Prajurit terletak di Jl. Raden Wijaya No.4 Surabaya, telponnya 031 - 5677765. Dari belum punya rencana menikah, saya selalu naksir gedung ini untuk dijadikan tempat resepsi. Setiap gedung punya plus dan minusnya sendiri-sendiri. Buat pertimbangan saya, gedung itu harus mudah dijangkau mempelai juga para tamu baik bermobil atau bermotor. Kapasitas sesuai dengan tamu yang diundang, jangan terlalu besar atau malah terlalu kecil, parkiran memadai, dan pertimbangkan juga tamu-tamu sepuh / memakai kursi roda yang nggak mungkin naik-naik tangga tinggi banget.

Sebenarnya dengan persiapan kurang dari setahun ini riskan sangat. Apalagi tanggal yang dipesan musim nikahan. Saya sebenarnya udah clueless. Balai kartika penuh, Bumimoro penuh, bahkan ITS. Grand city masih kosong sih, tapi budjetnya out of mind :p -ya iyalah- Eh, keberuntungan...tiba-tiba yang pake tanggal 19 November memajukan tanggal nikahnya jadi 13 November. Alhamdulillah. Buru-burulah saya DP itu gedung.

Jadi, di balai Kartika itu ada 2 jenis penyewaan. Keseluruhan gedung (Hall utama, pendopo, ruang rapat, dan balkon) dan Hall utama saja (hall, 2 ruang makan VIP, 2 ruang rias dan 1 ruang transit). Saya sih pilih yang ke-2 karena tamu yang diundang hanya 1000an. Tarif sewa untuk sabtu, minggu, hari besar Rp 2.600.000,- / jam. Bisa digunakan dari pagi subuh sampai jam 13.00. Lebih enak dandan di sana sih.

Fasilitasnya apa saja?
-. 2 ruang rias dan 1 ruang transit
-. 2 ruang makan VIP (50 orang lah)
-. 200 kursi lipat verchroom
-. Karpet
-. Sound system dan 4 buah Mic
-. Petugas parkir dan keamanan
-. 1 unit car call
-. Include surat ijin kepolisian untuk keramaian

Kelebihan jam ditarif Rp 1.500.000,- untuk jam pertama dan Rp 1.000.000,- berikutnya. Gedung ini memiliki vendor rekanan-rekanan dan apabila memakai vendor di luar rekanan dikenakan biaya sewa Rp 2.000.000,- / vendor dekorasi, @ Rp 5.000,-/ pax untuk katering, photo video Rp 1.500.000,-.

Banyak sih rekanan Balai Kartika yang namanya sudah kondang guli-gulindang di Surabaya. Kebetulan saya pake SAVITRI-nya ibu Savitri Milosdini Jl. Lombok -preview menyusul-

Selasa, 08 Februari 2011

Antara 3 Juli dan 6 Desember 2010

Kalo mengingat - ingat suka senyum simpul sendiri. Saya dan Dian menjalani LDR, 2010 merupakan tahun ke-6. Saya bukan perempuan yang suka hal-hal romantis tapi selalu 'ketagihan' dengan yang namanya kreatifitas. Out of the box lah.

Tanggal 3 Juli 2010, saya sedang bermalam minggu di Osaka. Setelah makan malam sama teman dan pulangnya kehujanan. Begitu sampai hotel dan menyalakan YM. Ngocehlah saya tentang apa yang saya lakukan hari itu, sambil menata koper. Dang! Ternyata koper nggak cukup, sodara-sodara. Dan Dian juga gitu. Ntah mengapa dia gelisah. Saya yang bete dengan koper ada kali setengah jam menjauh dari layar netbook, sibuk ngurus koper. Pas balik, ternyata Dian masih menunggu di seberang lautan. Eh, tapi posisinya down the knee. Jreeenggg!!! Selanjutnya muncul kalimat yang bikin mata berkaca-kaca mendadak. Yes, i do *sambil peluk layar netbook* *ya iyalah di Jepun ga ada guling* :p

Juli - Desember masa lobi di keluarga masing-masing dan alhamdulillah acara tanggal 6 Desember kemarin lancar. Adik-adiknya mama saya datang semua *ya iyalah keluarga cuma segelintir*, dan uwak-uwak Dian di Jakarta dan Om di kediri datang. Itu kali pertamanya saya ketemu uwak-uwaknya setelah 6 tahun pacaran.

Mukanya sumatera semua -Maksud lo?- Hehehe....


Lalu apa yang dibawa Dian saat melamar saya di tanggal 6 Desember? Buah dan kue-kue, salah satu kuenya harus berbahan ketan yang lengket-lengket. Konon orang Jawa bilang biar hubungannya lengket terus. Tidak ada ceremonial yang gimana-gimana, lebih ke acara duduk ngobrol dan makan-makan :)) Nggak pake tanda pengikat-pengikat apapun. Next step, orangtua saya 'mencari' hari baik. Menghitung weton saya dan Dian. Lalu via telpon memberitahu mama Rita -mamanya Dian- kalo tanggal 17 November 2011 tanggal yang baik bagi kami menikah.

Kok nggak ada acara kunjungan balasan dari saya? Adalah. Karena keluarga Dian itu jauh-jauh, dan Papa Helmi sudah almarhum, maka kunjungan balasan nanti saja setelah lebaran. Biar mama Rita nggak repot :p Tapi tetap komunikasi dua keluarga harus terus berjalan lancar ^_^
Alhamdulillah.