Selasa, 08 Februari 2011

Antara 3 Juli dan 6 Desember 2010

Kalo mengingat - ingat suka senyum simpul sendiri. Saya dan Dian menjalani LDR, 2010 merupakan tahun ke-6. Saya bukan perempuan yang suka hal-hal romantis tapi selalu 'ketagihan' dengan yang namanya kreatifitas. Out of the box lah.

Tanggal 3 Juli 2010, saya sedang bermalam minggu di Osaka. Setelah makan malam sama teman dan pulangnya kehujanan. Begitu sampai hotel dan menyalakan YM. Ngocehlah saya tentang apa yang saya lakukan hari itu, sambil menata koper. Dang! Ternyata koper nggak cukup, sodara-sodara. Dan Dian juga gitu. Ntah mengapa dia gelisah. Saya yang bete dengan koper ada kali setengah jam menjauh dari layar netbook, sibuk ngurus koper. Pas balik, ternyata Dian masih menunggu di seberang lautan. Eh, tapi posisinya down the knee. Jreeenggg!!! Selanjutnya muncul kalimat yang bikin mata berkaca-kaca mendadak. Yes, i do *sambil peluk layar netbook* *ya iyalah di Jepun ga ada guling* :p

Juli - Desember masa lobi di keluarga masing-masing dan alhamdulillah acara tanggal 6 Desember kemarin lancar. Adik-adiknya mama saya datang semua *ya iyalah keluarga cuma segelintir*, dan uwak-uwak Dian di Jakarta dan Om di kediri datang. Itu kali pertamanya saya ketemu uwak-uwaknya setelah 6 tahun pacaran.

Mukanya sumatera semua -Maksud lo?- Hehehe....


Lalu apa yang dibawa Dian saat melamar saya di tanggal 6 Desember? Buah dan kue-kue, salah satu kuenya harus berbahan ketan yang lengket-lengket. Konon orang Jawa bilang biar hubungannya lengket terus. Tidak ada ceremonial yang gimana-gimana, lebih ke acara duduk ngobrol dan makan-makan :)) Nggak pake tanda pengikat-pengikat apapun. Next step, orangtua saya 'mencari' hari baik. Menghitung weton saya dan Dian. Lalu via telpon memberitahu mama Rita -mamanya Dian- kalo tanggal 17 November 2011 tanggal yang baik bagi kami menikah.

Kok nggak ada acara kunjungan balasan dari saya? Adalah. Karena keluarga Dian itu jauh-jauh, dan Papa Helmi sudah almarhum, maka kunjungan balasan nanti saja setelah lebaran. Biar mama Rita nggak repot :p Tapi tetap komunikasi dua keluarga harus terus berjalan lancar ^_^
Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar