Selasa, 29 Mei 2012

Buku-buku

Sebagai mom - to - be suka dilanda panic attack. Beruntungnya ada buku-buku ini yang menemani. Benar ya kata pepatah : Sebaik-baiknya teman sepanjang waktu adalah buku. Bismillah, ikhtiar untuk Double Blessings. Semoga Double Blessings selalu sehat ^_^







Kamis, 24 Mei 2012

Week 15


Alhamdulillah, senin kemarin (21/5/2012) periksain Doubleblessings. They are healthy. In good shape. Semoga lahir sehat, sempurna lahir batin ya nak! Tapi emaknya ini masih mabokan dan eneg tiap bau bawang (--")

Rabu, 09 Mei 2012

Bobo siang di Husada Utama

Sabtu (5/5/2012) lambung saya berasa nggak enak. Rasanya laperrrr banget, tapi kalo dipake makan rasanya eneg luar biasa. Waduh! Maag saya kambuh ini. Biasanya kalo maag kambuh, jalan keluarnya makan sering. Tapi ini beda dari biasanya. Kalo biasanya maag kambuh, saya makan biskuit regal baik-baik saja. Ini eneg luar biasa. Puncaknya minggu (6/5/2012) sukses muntah :( -selama hamil baru kali ini muntah- Dan diikuti ulu hati digerus-gerus.

SMS dr. Pudjo - Yang kebetulan lagi ngisi acara Prenagen -  dan beliau menyarankan di bawa saja ke HU langsung lantai 10. Dalam hati, "Duh, drama banget sih ini". Ngerasain dinaikkan ke kursi roda. Sampai di lantai 10 langsung masuk kamar rawat inap. "Waduh, kok pake ngamar sih?!" Ditimbang, ditensi, ditanya keluhan, di dopler -bener ga ini nulisnya- perutnya sama bu bidan. 

Setelah bidan konsul ke dr. Pudjo, maka saya diberi suntikan untuk meredakan asam lambung. Dalam 2 jam, kalo masih muntah-muntah baru diinfus dan rawat inap. Alhamdulillah setelah disuntik, ulu hati anget, dan tidurlah saya. 2 jam bangun diberi roti. Alhamdulillah bisa makan. Ga lama, dr. Pungky (dokter pengganti dan juga anak kandung dr. Pudjo) memeriksa. Wis boleh pulang. 

Dear Doubleblessing, sekali aja ya gini. Maaf ya!

Ternyata asam lambung lumrah naik di masa kehamilan. Semacam maag kambuhan. Cara menyiasatinya tiap 3 jam sekali makan. Dan resep manjur dari Sazqueen yang sama-sama asam lambung naik ketika malam-malam, kalo bobo bantalnya tinggian. Alhamdulillah it works.

Semalam udah ga berasa pulang dugem sampe masuk angin lagi ^____^

Jadi Double Blessing, kalo mama udah fit, kita nonton Avanger berempat sama papa juga ^_^

Jumat, 04 Mei 2012

Surat #1

Dear anak-anakku,

Hai kalian apa kabar di dalam sana? Happy kan habis makan siang?

Pic From Here
Well...nak, sebelum mama dan papa menikah, mama dan papa sudah berusaha keras belajar untuk mempersiapkan kedatangan kalian sebaik-baiknya. Alhamdulillah lingkungan mendukung sehingga mama dan tentu papa bisa belajar tentang psikologi anak, pendidikan karakter, tumbuh kembang, hingga financial literacy. Alhamdulillah lagi, tak lama setelah kami menikah, kalian datang. Bukan cuman satu, dua sekaligus. Kami menyebut kalian double blessing ^_^

Memang awal-awal kedatangan kalian sedikit membuat berbeda kondisi. Mama lebih ngos-ngosan, mual - Alhamdulillah nggak pake muntah -, badan serasa salah posisi mulu, dan indera pembau dan perasa jadi over sensitif. Mama dan papa kini tinggal berjauhan sementara sampai kalian kuat diajak pindah - semoga saat itu papa sudah di pindah lagi ke tempat yang lebih representatif fasilitasnya -. Alasannya sederhana, kami ingin kalian dilayani fasilitas kesehatan sebaik mungkin, untuk kalian dan mama, tentunya.

As a mom - to be kadang mama terlalu panik mempersiapkan ini itu dan berakhir dengan rasa mual yang tidak nyaman. Maaf ya! Suka lupa kalo kita sekarang satu tim, tubuh ini bukan lagi milik mama seorang. Namun, terimakasih kalian mengingatkan. Lalu kita rileks bareng, dan horeee!!! Everybody happy.

Ah, kalian di dalam yang kuat, sehat, semoga kita sebagai satu tim bisa sampai garis finis dengan hasil cemerlang. Doa dan harapan kami, kami ingin kalian lahir dengan sehat, selamat, sempurna lahir batin dan kelak akan selalu memuliakan nama Allah.

Nanti bantu mama, papa ya! Mudah persalinan, berjuang bersama menjalani ASIX, berjuang bersama masa-masa MPASI dan ASI, dan berjuang bersama saat kalian tumbuh berkembang mencapai cita-cita kalian masing-masing. 

Kalian suka ngobrol ga sih di dalam?.... Hihihi...nanya aja, kan kepengen tahu.

Kalian memang kembar tapi kalian tetap dua pribadi yang berbeda. Tapi tetep, kalian berdua Double Blessing buat mama dan papa.

Udahan dulu yaa....

Love,
Mama & Papa

Minggu, 29 April 2012

Week 11 - CONFIRM

Week 8

Week 9 - Sisi 1

Week 9 - Sisi 2
Saat pemeriksaan di week 8 dengan dr. Sandra Engel di Bitung, dikonfirmasi, kami memiliki bayi kembar. What a surprise (--"). Saya dan suami keluar ruang periksa dengan pandangan takjub sambil memandangi foto USG yang berisi 2 bayi.

Dalam sejarah keluarga saya, ndak ada bayi kembar. Tapi dari suami, banyak silsilah kelahiran kembar. Alhamdulillah Tuhan mengkaruniakan tidak hanya satu, tapi duaaaaa sekaligus *Dibaca ala host superdeal 2 milyar*

Week 9, setelah penerbangan, saya cek di dr. Pudjo Hartono. Konfirm memang saya mengalami kehamilan kembar :)) Alhamdulillah, posisinya jauh, tidak saling mengganggu satu sama lain. They are in good position and also in good condition. Yaa, pertumbuhannya sebagaimana mestinya lha. Alhamdulillah.

Belum diketahui apakah mereka identik atau fraternal *to be honest saya nggak ngeh-ngeh banget lihat foto USG*. 

Semoga kami bertiga diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, sempurna lahir batin hingga waktunya persalinan kelak ^_^

Selasa, 24 April 2012

Week 9 - Sudah 3x terbang

Pic From Here
Semenjak menikah, saya dan suami tinggal di Bitung (Sejam dari Manado). Penerbangan pertama MDC - SUB ketika usia kehamilan jalan 5 minggu. Pada saat itu memang nggak tahu kalo lagi hamil. Penerbangan ke-2 ketika balik ke Bitung (usia 6 minggu). Penerbangan ke-2 berani saya lakukan karena saya sudah berkonsultasi dengan dokter, dan dokter menyatakan bahwa penerbangan naik pesawat itu aman dan kondisi kehamilan yang sehat.

Nah, ternyata.... kondisi hamil dan cuman berdua dengan suami di tanah rantau itu susahnya minta ampun. Saya jadi gampang ngos-ngos-an. Padahal kondisi di Bitung kalo mau ke Supermarket harus mendaki. Pernah sekali ke pasar, rasanya mau pingsan kekurangan oksigen. Jadi, suami yang musti bekerja 2x lipat. Belum lagi, saya ndak mampu memasak. Masuk dapur mualnya minta ampun. Nggak bisa masak, alternatifnya beli makanan?....Nggak semudah itu. Di Bitung ndak ada jual rawon, soto ayam, jual cap cay pun rasanya ndak jelas --". Lalu yang enak apa? Yang enak sagala macam ikan dengan rasa super duper pedas. Jadi selera kehamilan saya yang lebih mau masakan rumahan jawa, nggak ketemu sama selera Manado. Suami pun nggak bisa masak. Walhasil, saya makan kurang bervariasi gizinya --" Melihat kondisi ini, kami berinisiatif memutuskan saya tinggal di Jawa saja. Karena ga tega naik pesawat  sendiri, dikirimlah mertua menjemput.

Mertua sempat tinggal seminggu. Makannya? Alhamdulillah udah lancar. Alhamdulillah makannya ga rewel, cuman kurang jodoh sama masakan Manado. Makan lancar, mari kita pulang ke Jawa. Sudah selesai masalah? Oh, tentu belum. Tiba-tiba mertua mengeluarkan aksi JANGAN PULANG DULU, PESAWAT BERBAHAYA UNTUK HAMIL MUDA. Jeng...jeng...jeng...suami pun mulai ikutan kahwatir. Rada repot. Ga boleh pulang ke Jawa, tapi mertua juga ga mau tinggal ampe bulan ke-4. Nah lo, kalo ada pintu kemana saja boleh lah. Untung suami masih bijaksana, pergilah kami ke dokter kandungan untuk periksa. Alhamdulillah....dinyatakan sehat dan diijinkan terbang. Lalu mertua? TETEP KEKEUH MENGHIPNOTIS JANGAN TERBANG :)))

Mertua yang awalnya sangat rasional dan mau menerima ijin dokter terbang jadi parno karena lingkungan pertemanannya. Tekanan udara dalam kabin pesawat tidak baik untuk ibu dan janin, goncangan di udara, landing, maupun take off, dan lain-lainnya. Informasi tersebut kebanyakan memakai embel-embel “katanya…” dan tidak disertai penjelasan ilmiah dari narasumber yang kompeten (dokter & praktisi obgyn lainnya).

Yang jadi concern dokter saya hanya satu : karena saat itu kehamilan saya masih dalam trimester pertama, dikuatirkan gejala morning sickness. Bisa dibayangkan, 2,5 jam di udara mual-mual ya pasti ngeganggu. Mengenai kekuatiran tentang tekanan udara dalam kabin pesawat, dokter menjelaskan bahwa penerbangan komersil sekarang sudah memiliki pesawat dengan kabin pressurized, (tekanan udara & kadar oksigen dalam kabin dibuat sama dengan tekanan udara di permukaan laut), sehingga tidak perlu kuatir akan kekurangan oksigen selama didalam kabin. Namun rendahnya kelembaban udara dalam kabin pesawat dapat menyebabkan dehidrasi; untuk mencegahnya, banyak-banyak minum air putih. 

Kalau boleh ditambahkan, beberapa tips lain agar nyaman bepergian dengan pesawat terbang saat hamil adalah :
  • Sebelum memesan tiket pesawat, konsultasikan terlebih dahulu rencana bepergian tersebut ke dokter & mintalah pendapat/pertimbangannya. Dan kondisi ibu dan janin diperiksa maksimal 2 hari sebelum keberangkatan.
  • Mintalah kepada dokter surat keterangan mensyaratkan boleh terbang dalam kondisi hamil; lalu siapkan beberapa copy suratnya (jaga-jaga kalau diminta oleh pihak bandara/maskapai).
  • Usahakan untuk memilih tempat duduk disamping lorong, untuk mempermudah mobilitas ke toilet.
  • Bawa benda-benda “pengusir kebosanan” seperti buku bacaan atau mp3 player (saya tidur, karena memang jam bobo siang :p)
  • Kenakan sepatu yang nyaman. Converse masih sangat nyaman untuk bumil :p
  • Bawa sesedikit mungkin barang bawaan yang harus ditenteng tangan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman & agak longgar (terutama di sekitar garis perut), dan yang mudah dibuka saat mo pipis. Siapkan juga syal pashmina atau jaket untuk menghalau dingin udara kabin.
  • Bawa selalu kertas tissue, cairan antiseptic pembersih tangan didalam tas tangan.
Alhamdulillah, penerbangan ke-3 ( 22 / 4 / 2012 ) lancar. Ndak ada mual, ndak kram, dan makan tetep lahap ^_^ Penerbangan juga mulus tanpa gangguan berarti. I've told to my babies "Nak, kita harus buktikan mana mitos dan mana fakta. Dengan ilmu dan meyakini Kuasa Allah, insyallah kita bisa" ;p

Selasa, 27 Maret 2012

Awal baru

Saya kemarin ( 26 / 3 / 2012 ) mendapatkan kejutan luar biasa dari Allah SWT. Saya yang dari jaman ABG memiliki masalah dengan menstruasi diharuskan kontrol ke dokter kandungan setahun sekali. Kalo siklus menstruasi acak adul, sesegera mungkin berkunjung ke dokter Pudjo.

Kebetulan, minggu ini saya lagi liburan di Surabaya. Mendapati januari siklus menstruasi tidak lancar, saya berinisiatif konsul ke dokter. Tak disangka-sangka, hasil pemeriksaan, saya positif hamil jalan 5 minggu. Awalnya sebagaimana biasanya, USG perut. Perut bagian bawah diberi gel. Dokter melihat kantung rahim tapi samar. Nggak yakin, dia mengusulkan USG Vaginal. Jeng...jeng...jeng...vagina saya dimasuki scanner berbentuk tongkat, dari situ nampak semakin jelas bahwa ada kantung rahim. Untuk meyakinkan, saya memaksa test urine di lab dan dokter mengiyakan. Alhamdulillah, 30 menit menunggu hasil lab, 3 alat deteksi meyakinkan saya hamil.

Diantara tanda positif itulah besar calon bayi saya

Hasil lab
Urutan test kehamilan yang terbalik :p Umumnya test pack di rumah, hasil positif baru ke dokter. Kalo aku, USG perut - USG vaginal - Baru test urine. Hasilnya, ya, kaget, bengong, happy, takut, jadi satu. Berasa kayak orang bego deh begitu keluar dari ruang praktek dokter.

Alhamdulillah, kejutan dari Allah tak disangka-sangka. Saya dengan riwayat menstruasi tidak teratur, sudah mempersiapkan diri akan agak sukar hamil sejak lama. Namun berkat Allah ndak ada habisnya. KehendakNya diluar jangkauan saya. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Mama, papa, suami bersyukur. Tidak ada kehebohan berlebihan ^_^

Padahal kemarin minggu, sahabat saya Lala baru mengabarkan, dia sedang hamil 4 minggu. Hahaha...kompaklah kami.

Alhamdulillah. Kondisi calon bayi sehat, rahim sehat. Diberi penguat kandungan dan vitamin.

Semoga semuanya sehat, lancar, sempurna hingga proses melahirkan nanti. Masyallah, berkat Allah sungguh luar biasa.