Jumat, 08 Juli 2011

Berkunjung ke KUA

Heiho...apa kabar semua? Jadwal saya padat merayap, empet-empetan nih.



Anyway...kemarin lusa ke KUA. Ya, apalagi kalo nggak untuk memenuhi to do list yang mulai berdebu. Secara bapak dan ibu saya itu menikah di catatan sipil jadi mereka nggak punya pengalaman berurusan dengan KUA. Sebagai warga negara yang nggak mau nyusahin orang, sebelum ke KUA browsing dulu. Nyari-nyari referensi pengalaman orang berurusan sama KUA.
  1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten  masing-masing 1 (satu) lembar.
  2. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat.
  3. Surat Pengantar RT – RW setempat.
  4. Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.
  5. Pas photo ukuran 2×3 masing-masing 4 (empat) lembar, bagi anggota ABRI/TNI/POLRI harus berpakaian dinas.
  6. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Surat Talak/Cerai dari Pengadilan Agama, kalau Duda/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.
  7. Harus ada izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi :
    • Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun;
    • Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun;
    • Laki-laki yang mau berpoligami.
  8. Ijin Orang Tua (Model N5) bagi calon penganten yang umurnya kurang dari 21 Tahun baik laki-laki/perempuan.
  9. Bagi calon penganten yang akan menikah bukan di wilayahnya (ke Kecamatan lain) harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat.
  10. Bagi anggota ABRI/TNI/POLRI dan Sipil ABRI/TNI/POLRI harus ada surat Izin Kawin dari Pejabat Atasan/Komandan.
  11. Kedua calon penganten mendaftarkan diri ke KUA tempat akan dilangsungkannya akad nikah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat setempat.
Source here.

Fakta yang baru saya tahu, ternyata KUA itu mengurusi satu kecamatan. Data tahun 2009 kecamatan Simokerto -tempat saya tinggal- berpenduduk 102.251 jiwa. Jadi secara logika, menikah di bulan besar syarat ke 11 susah berlaku. Dan...benarlah adanya. Booking petugas KUA penuh sodara :))
Alhamdulillahnya, berbekal senyum manis dan tatapan mata mengintimidasi, saya ketemu sama kepala KUA-nya. Ngerumpi malahan. -semoga si bapak belum ada mutasi sampai saya selesai nikah-. Nih, versi KUA kecamatan Simokerto :

1. Surat pengar RT, RW, Kelurahan >>> Ya ini N1, N2, N4
2. Foto kopi KK, KTP, AKTE kelahiran, dan Ijasah terakhir selembar.
3. Pass foto 3x3 (4 lembar) >>> ukurannya beda cynnn. Berwarna atau tidak terserah. IMO, Fotonya yang dove. Kenapa dove? Biar ketika distempel nggak bleber.
4. Untuk pria ada surat rekomendasi dari KUA tempat tinggalnya.

Nah, formulir N3-nya kemana ya? Kok N1, N2, lanjut N4? Besok tak ngerumpi lagi sama pak KUA-nya. Kita lihat, apakah saya mampu mengurus sendiri? Hmm...positive thinking will grom positive way. Bangga euy urusan administrasi diurus sendiri ^^

Selasa, 05 Juli 2011

Undangan

Mentang-mentang vendornya temen sendiri, urusan undangan belum juga diurusin lagi :p *sungkem sama Suci*

Btw, ada beberapa tips yang harus diketahui calon pengantin sebelum pesen undangan di tempat jual undangan massal (maksudnya template undangan sejuta umat tinggal ganti nama, tanggal dan venue saja).

- Jangan mau bayar DP mahal sebelum dapat dummy. Untuk ikat harga CUKUP bayar Rp 100ribu atau 200ribu dulu aja. Abis ikat harga itu, si calon pengantin baru ngomongin masalah desain ke vendor undangan. Nah, minta juga si vendor ini bikin dummy undangannya. Biasanya dummy diprint di karton..yaa paling ga untuk tahu gimana bentuknya dulu aja *dummy ini dibuat setelah desainnya fix dan wajib minta dibikinin, jangan mau klo cuma diprint di HVS*. Nah, kalo dummynya udah di acc sama calon pengantinnya. Baru bayar DP 50%.

- Jangan mudah percaya dengan harga miring. Itu patut dipertanyakan. Misalnya di Toko A 5.000, toko B 4.500, toko C 3.000..Nah, mesti hati-hati tuh sama toko C. karena biasanya harga undangan gitu udah ada standarnya..ga mungkin main harga terlalu jauh. Biasanya kalo yang berani kasih murah banget, dia lagi butuh duit :p

- Vendor yang baik itu bakal selesaiin dulu kerjaannya. Jadi ga sedikit-sedikit minta tambahan DP. Bilangnya untuk inilah, itulah, padahal mungkin emang mau nipu aja. Untuk beberapa design, terutama yang ribet, mungkin mereka memang butuh waktu yang lebih lama. Tapi dikejar aja terus biar mereka tetap inget untuk ngerjain undangan kita.

- Minta no rumah atau kantor, kalau perlu alamat rumahnya. Jangan mau kalau cuma dikasih no hp aja. minta yang lengkap, jadi kan mereka ga berani kabur dan macem-macem. Walaupun mungkin ini sering dianggap sepele, tapi ini penting lho :)

Cetak mencetak sih cukup butuh waktu dua mingguan (standar template ya). Nah, ketika undangan udah full tercetak baru bayar sisanya. Oya, jangan lupa! Nulis nama penerima undangan itu di luar tanggung jawab vendor, lho ya. Jadi bisa kan memperkirakan waktu; undangan kelar cetak, bikin label nama penerima undangan dan mengirimnya. Jangan lupa juga kalo undangan untuk keluar kota atau luar negeri butuh waktu pengiriman.

Selamat ngurusin undangan. Oya, alamat percetakan temen saya :

CV. 46
Jl. Gubeng Kertajaya 2 / 46 Surabaya


Senin, 27 Juni 2011

Detox sebelum pernikahan

"When the universe let you meet the right people. It becomes...simple and easy".

Pic From Here

Saya adalah 'pengikut' Cerrie Bradshaw, tapi keinginan saya dalam sebuah acara pernikahan adalah menghadirkan nuansa keraton. Musik karawitan, paes ageng, setiap detail adat yang sarat akan makna. Dian bukan berdarah Jawa. Dia sudah campur-campur dan dengan baik hati mau merelakan saya membuat acara pernikahan menjadi Jawa banget.

Dua ritual yang nggak akan absen adalah pingitan dan puasa. Sound old school, right? :))

Pingitan

Adat pingitan modern ini kerap disalah artikan dengan menghambat rutinitas. Kalo sesuai pakem, pingitan itu dilakukan 40 hari, nggak boleh keluar rumah. Bukan semata-mata nggak ketemu calon suami/istri. Lalu ngapain 40 hari itu? Di rumah merawat diri. Selain itu makna pentingnya adalah menjaga keselamatan. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di luar sana. Kalo saya? Nggak mungkin lah ya 40 hari nggak keluar rumah. Ada kewajiban bekerja. Jadi 40 hari udah nggak ada tuh acara nonton basket, konser musik, nongkrong di mal, apalagi party-party :p Kalo nggak ketemu pasangan, emang kami pasangan LDR :p Tapi sepakat kami hanya akan menggunakan sms/bbm. Nggak pake dengar suara apalagi video call.

Kalau jaman dulu malah ada pingitan setelah pernikahan. 5 hari. Kenapa begitu? Jaman dulu menikah karena perjodohan. Jadi, kalo tinggal di rumah ada waktu saling mengenal satu sama lain. Seperti honeymoon ya. Ah, saya nanti setelah menikah akan disibukkan mengurus surat menyurut. Surat pindah, bank, bla bla bla. Administrasi lah.

Puasa

Yang kedua adalah puasa. Saya selalu menganggap puasa itu bertujuan penyucian jiwa dan raga. Sama. Ritual puasa 40 hari. IMO, ini fase pengendalian diri. Pengamatan saya, mendekati hari H, everything goes in rush. Puasa sebagai media untuk menahan diri. Juga sebagai bentuk pasrah, sehingga euforia tidak terlalu berlebihan, karena pernikahan hanyalah chapter pertama sebelum....and the story begin.

Senin, 20 Juni 2011

Need a guide

Pic From Here
Jauh dari bayangan saya. Ternyata memutuskan set menu akad nikah dan resepsi itu nggak sesimple bayangan --" Terlebih menentukan hidangan untuk resepsi. Sebagaimana postingan saya yang ini. Vendor yang digunakan Hidayah. Nggak berubah. Setelah ngebooking lama. Jeng-jeng ditelpon pihak Hidayah untuk ngobrol menentukan masakan.

Kami memesan paket C yang terdiri :
-. 5 macam menu buffet
-. Nasi putih
-. Nasi goreng
-. Air mineral dan soft drink
-. 2 macam gubug
-. Dessert
-. Snack mini

Dan nambah mama berencana menambah 2 - 3 gubug lagi. Well, yang bikin pusing adalah selera keluarga kami itu 'berbeda' dari umumnya :p Yup, kami 1/2 vegetarian. Makannya sayur mulu. Tapi ya masak semuanya divegetariani. Nah kan? Semua free dari gorengan ya nggak mungkin juga :)) Padahal untuk menentukan buffet menurut tips dari femina : Komposisi rasa (ga boleh pedes semua), komposisi warna (jangan pucat semua. Kalo ini pastilah kan syarat healthylicious itu color your plate), Komposisi bahan (jangan daging semua), komposisi konsistensi (ada kuah, nyemek, dan goreng), Komposisi teknik pengolahan (semua dikukus :p), Komposisi teksture hidangan (bentuknya kotak semua). Sedangkan mama mertua yang berdarah sumatera bilang "Ah, apa sajalah". -Tahu kan gimana 'gila'nya orang Medan kalo makan? Hahaha...

Terhimpun draft 1. Saya yakin bakalan dirombak. Why? Ada tekwan, ada pempek di sana. Hmmm....kuahnya kebanyakan kannnnn??? Oya, kami ingin Japanese food. Tapi nggak diijinkan bikin sushi di balai kartika. Hiks! Hiks! Hiks! Masak bikin sushi musti nulis surat ke Pangdam --"
Ah, nggak pa-pa. Deadline masih H-14 hari kok dari hari jeduarrr.

Btw, itu baru resepsi. Akad? Belum menentukan pake katering mana. Maunya Puta.

Jumat, 17 Juni 2011

Update keroyokan :-)

Update keroyokan. Beberapa hal yang udah kelar beberapa saat yang lalu.

Kantong untuk tempat souvenir sudah jadi separuh. Tinggal mikirin isinya. Karena temanya Urban Elegant With Touch of Heritage, isinya sepertinya mewakili Heritage. Pengennya diisi penganan dari masa tempo doeloe. Sejenis permen cicak, sagon, gitu-gitu deh. Sekalian ditulis untuk pemesanan ulang silahkan hubungi Prima. Ada sumbangan ide?


Lalu kantong untuk souvenir siraman. Baru nemu kantongnya. Dalamnya mau kukasih alat menicure pedicure sama foot spray gitulah *Ini kode buat produsen SPA series langganan saya* :p


Nah, kalo ini bawahan untuk para darlingku. Mbak L, Lala, Novi. Kenapa beli kain? Karena ntah mengapa kalo yang sudah jadi itu hasilnya terawang macam saringan. Masak membelikan darlings kok kerawang bekasi :p Kameranya kurang kece sehingga prodo emasnya nggak keliatan. Nggak pake efek glitter sih memang. Hihihi....Ah, mereka macam sinden.


Kerudung yang dipake para mama juga sudah selesai dibordir. So Simple. Nggak heboh penuh gemerlap. Hihihi...glamour dengan batu-batu so not me, so i create it as simple as i love. Don't you think?


Dan yang terakhir. Saya memutuskan akan mengoperasi kembali gigi bungsu saya. Kali ini yang bagian atas. Proses yang jauh dari mengenakkan :( *ngilu* Next week. Nggak nyali untuk mengangkatnya bersamaan. Pengalaman beberapa tahun lalu ketika mengoperasi gigi bawah, hehehe...ngek-ngok. Tapi serunya saya langsung kurussssssssssssss, Lumayan menghemat ongkos sedot lemak, Bu Milos pasti bangga :p

Kamis, 09 Juni 2011

Between us and Ten to Five

Setiap kisah cinta pasti ada soundtrack-nya. Begitu juga kami. Bagi kami secara nggak sadar Ten to Five menjadi band favorite teman perjalanan kami berdua ketika berlayar.Saking cintanya kami berdua sama mereka, @ten2fiveband pun menjadi follower kami. Hihihi....


Ini lagu muncul tahun 2004 bersamaan dengan kami baru jadian. H+1 setelah jadian kami harus memulai cerita LDR dan beberapa bulan setelahnya saya musti ikut COP (Community Outreach Program), dimana selama COP saya nggak bisa seenaknya SMS atau telpon. Oiya, ini CD album yang pertama saya terima dari Dian :p


Kalo ini album Ten to Five ke-2 yang terbit tahun 2006. Yup, our wedding song. Karena konsepnya Urban-Eleant with touch of heritage, kami menggunakan karawitan supaya dapat nuansa keraton Yogya, jadi nggak bisa pakai band. Tapi, Cuplikan lagu ini akan terhambur di sana ^_^

Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you
With my arms
I wanna feel love again [2x]
Cuz I know
Love is you

Kamis, 02 Juni 2011

Detail

Menemukan kotak yang bisa dipergunakan untuk menyimpan mas kawin. Kotak yang harus dibeli secara selama ini kotak perhiasan saya nebeng berdua sama adik ^^

Kinda cute bisa masang foto berdua bersama pasang. But, you know we don't have proper photo. Proper maksudnya foto yang sengaja acting. Sekalian ngingetin, kalo mau menyalah gunakan kekayaan kembali ingat, ok, now not only me but you and me :p

And then have bright idea. Put a word. Dicuplik dari band favorit kami berdua Ten to Five. Hehehe...band yang mengisi soundtrack kehidupan kami berdua ^.^ Karena konsepnya resepsi adalah mengusung nuansa keraton maka nggak bisa pake band. But..."Brand new day" are our wedding song. Cuplikan lagunya akan terpasang di pigura mengantikan foto pre-wed.



A brand new day for you and me.....