Selasa, 24 April 2012

Week 9 - Sudah 3x terbang

Pic From Here
Semenjak menikah, saya dan suami tinggal di Bitung (Sejam dari Manado). Penerbangan pertama MDC - SUB ketika usia kehamilan jalan 5 minggu. Pada saat itu memang nggak tahu kalo lagi hamil. Penerbangan ke-2 ketika balik ke Bitung (usia 6 minggu). Penerbangan ke-2 berani saya lakukan karena saya sudah berkonsultasi dengan dokter, dan dokter menyatakan bahwa penerbangan naik pesawat itu aman dan kondisi kehamilan yang sehat.

Nah, ternyata.... kondisi hamil dan cuman berdua dengan suami di tanah rantau itu susahnya minta ampun. Saya jadi gampang ngos-ngos-an. Padahal kondisi di Bitung kalo mau ke Supermarket harus mendaki. Pernah sekali ke pasar, rasanya mau pingsan kekurangan oksigen. Jadi, suami yang musti bekerja 2x lipat. Belum lagi, saya ndak mampu memasak. Masuk dapur mualnya minta ampun. Nggak bisa masak, alternatifnya beli makanan?....Nggak semudah itu. Di Bitung ndak ada jual rawon, soto ayam, jual cap cay pun rasanya ndak jelas --". Lalu yang enak apa? Yang enak sagala macam ikan dengan rasa super duper pedas. Jadi selera kehamilan saya yang lebih mau masakan rumahan jawa, nggak ketemu sama selera Manado. Suami pun nggak bisa masak. Walhasil, saya makan kurang bervariasi gizinya --" Melihat kondisi ini, kami berinisiatif memutuskan saya tinggal di Jawa saja. Karena ga tega naik pesawat  sendiri, dikirimlah mertua menjemput.

Mertua sempat tinggal seminggu. Makannya? Alhamdulillah udah lancar. Alhamdulillah makannya ga rewel, cuman kurang jodoh sama masakan Manado. Makan lancar, mari kita pulang ke Jawa. Sudah selesai masalah? Oh, tentu belum. Tiba-tiba mertua mengeluarkan aksi JANGAN PULANG DULU, PESAWAT BERBAHAYA UNTUK HAMIL MUDA. Jeng...jeng...jeng...suami pun mulai ikutan kahwatir. Rada repot. Ga boleh pulang ke Jawa, tapi mertua juga ga mau tinggal ampe bulan ke-4. Nah lo, kalo ada pintu kemana saja boleh lah. Untung suami masih bijaksana, pergilah kami ke dokter kandungan untuk periksa. Alhamdulillah....dinyatakan sehat dan diijinkan terbang. Lalu mertua? TETEP KEKEUH MENGHIPNOTIS JANGAN TERBANG :)))

Mertua yang awalnya sangat rasional dan mau menerima ijin dokter terbang jadi parno karena lingkungan pertemanannya. Tekanan udara dalam kabin pesawat tidak baik untuk ibu dan janin, goncangan di udara, landing, maupun take off, dan lain-lainnya. Informasi tersebut kebanyakan memakai embel-embel “katanya…” dan tidak disertai penjelasan ilmiah dari narasumber yang kompeten (dokter & praktisi obgyn lainnya).

Yang jadi concern dokter saya hanya satu : karena saat itu kehamilan saya masih dalam trimester pertama, dikuatirkan gejala morning sickness. Bisa dibayangkan, 2,5 jam di udara mual-mual ya pasti ngeganggu. Mengenai kekuatiran tentang tekanan udara dalam kabin pesawat, dokter menjelaskan bahwa penerbangan komersil sekarang sudah memiliki pesawat dengan kabin pressurized, (tekanan udara & kadar oksigen dalam kabin dibuat sama dengan tekanan udara di permukaan laut), sehingga tidak perlu kuatir akan kekurangan oksigen selama didalam kabin. Namun rendahnya kelembaban udara dalam kabin pesawat dapat menyebabkan dehidrasi; untuk mencegahnya, banyak-banyak minum air putih. 

Kalau boleh ditambahkan, beberapa tips lain agar nyaman bepergian dengan pesawat terbang saat hamil adalah :
  • Sebelum memesan tiket pesawat, konsultasikan terlebih dahulu rencana bepergian tersebut ke dokter & mintalah pendapat/pertimbangannya. Dan kondisi ibu dan janin diperiksa maksimal 2 hari sebelum keberangkatan.
  • Mintalah kepada dokter surat keterangan mensyaratkan boleh terbang dalam kondisi hamil; lalu siapkan beberapa copy suratnya (jaga-jaga kalau diminta oleh pihak bandara/maskapai).
  • Usahakan untuk memilih tempat duduk disamping lorong, untuk mempermudah mobilitas ke toilet.
  • Bawa benda-benda “pengusir kebosanan” seperti buku bacaan atau mp3 player (saya tidur, karena memang jam bobo siang :p)
  • Kenakan sepatu yang nyaman. Converse masih sangat nyaman untuk bumil :p
  • Bawa sesedikit mungkin barang bawaan yang harus ditenteng tangan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman & agak longgar (terutama di sekitar garis perut), dan yang mudah dibuka saat mo pipis. Siapkan juga syal pashmina atau jaket untuk menghalau dingin udara kabin.
  • Bawa selalu kertas tissue, cairan antiseptic pembersih tangan didalam tas tangan.
Alhamdulillah, penerbangan ke-3 ( 22 / 4 / 2012 ) lancar. Ndak ada mual, ndak kram, dan makan tetep lahap ^_^ Penerbangan juga mulus tanpa gangguan berarti. I've told to my babies "Nak, kita harus buktikan mana mitos dan mana fakta. Dengan ilmu dan meyakini Kuasa Allah, insyallah kita bisa" ;p

Selasa, 27 Maret 2012

Awal baru

Saya kemarin ( 26 / 3 / 2012 ) mendapatkan kejutan luar biasa dari Allah SWT. Saya yang dari jaman ABG memiliki masalah dengan menstruasi diharuskan kontrol ke dokter kandungan setahun sekali. Kalo siklus menstruasi acak adul, sesegera mungkin berkunjung ke dokter Pudjo.

Kebetulan, minggu ini saya lagi liburan di Surabaya. Mendapati januari siklus menstruasi tidak lancar, saya berinisiatif konsul ke dokter. Tak disangka-sangka, hasil pemeriksaan, saya positif hamil jalan 5 minggu. Awalnya sebagaimana biasanya, USG perut. Perut bagian bawah diberi gel. Dokter melihat kantung rahim tapi samar. Nggak yakin, dia mengusulkan USG Vaginal. Jeng...jeng...jeng...vagina saya dimasuki scanner berbentuk tongkat, dari situ nampak semakin jelas bahwa ada kantung rahim. Untuk meyakinkan, saya memaksa test urine di lab dan dokter mengiyakan. Alhamdulillah, 30 menit menunggu hasil lab, 3 alat deteksi meyakinkan saya hamil.

Diantara tanda positif itulah besar calon bayi saya

Hasil lab
Urutan test kehamilan yang terbalik :p Umumnya test pack di rumah, hasil positif baru ke dokter. Kalo aku, USG perut - USG vaginal - Baru test urine. Hasilnya, ya, kaget, bengong, happy, takut, jadi satu. Berasa kayak orang bego deh begitu keluar dari ruang praktek dokter.

Alhamdulillah, kejutan dari Allah tak disangka-sangka. Saya dengan riwayat menstruasi tidak teratur, sudah mempersiapkan diri akan agak sukar hamil sejak lama. Namun berkat Allah ndak ada habisnya. KehendakNya diluar jangkauan saya. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Mama, papa, suami bersyukur. Tidak ada kehebohan berlebihan ^_^

Padahal kemarin minggu, sahabat saya Lala baru mengabarkan, dia sedang hamil 4 minggu. Hahaha...kompaklah kami.

Alhamdulillah. Kondisi calon bayi sehat, rahim sehat. Diberi penguat kandungan dan vitamin.

Semoga semuanya sehat, lancar, sempurna hingga proses melahirkan nanti. Masyallah, berkat Allah sungguh luar biasa.

Jumat, 09 Desember 2011

Review

Ok, bingung saya mau bikn review. Semuanya kece surece :p Terimakasih semua pihak yang sudah terlibat pada acara 16, 17, 19 November 2011 kemarin. Tanpa kalian mimpiku tak akan jadi apa-apa *kecup satu-satu*.

1. Balai Kartika

 
Venue yang indah. Bu Lies yang bertugas mengurus gedung sangat koperatif sekali. H-3 dia cek and ricek si pemangku hajat menggunakan vendornya atau tidak. Kalo nggak, dia akan menyarankan supaya vendor kita datang ke gedung buat cek and ricek kebutuhan gendung. Lalu cerita bahwa di sana ada oknum nakal minta-minta angpao, alhamdulillah ndak ada itu cerita-cerita begitu, semua PM di sana so helpful, membantu jalannya acara supaya lancar, termasuk mengakomodasi kebutuhan parkir VVIP.

2. Savitri Wedding


Yup, ini vendor yang terlibat banyak dengan saya. Mulai dari rias, dekorasi, foto video, hingga karawitan. Riasannya sungguh menakjubkan. Pelayanannya sangat memuaskan. Mau berdiskusi dengan klien. Walau saya mengambil paket tapi mereka tetap mau menampung ide-ide saya. Yang cocok diwujudkan. Contohnya gimana? Ntar, di bagaian dekorasi contohnya.

3. Savitri Artwork



Nah, ini contohnya : Saya menggunakan paes ageng di resepsi, dimana ini pakem banget kan? Pihak Savitri mengusulkan pake gebyok. Yes, i agree. Matching gitu lho dengan pakem yang ada. Tapi....temaku kan Urban - elegant with touch of heritage. So?! IMO, untuk mencapi Urban - Elegant dengan gebyok membutuhkan banyak bunga. Dan saya sadar, bunga di bulan November itu mehong, so? Ya gimana caranya bikin tema urban - elegant terwujud tapi low budget...and....permainan kain nggak pernah gagal. Bwahahaha...thanks to Mr. Anaconda from LOWE who teach me this *Kiss*.

4. Photo and videografer


Karena saya menganggap pre-wedding won't help us looks amazing, so I force them to make a story picture during our akad nikah. Why? Pada dasarnya aku suka foto yang bisa bercerita dibandingkan pose 2 orang yang nggak bakat jadi model :p Walo rada maksa karena hanya memberi waktu mereka 24 jam mengerjakannya :)) IMO, mereka kurang bawel mengarahkan kami. Atau gaya yang diberikan ke kami too so so. We need out of the box pictures :)) Hi, saya penonton setia The Next Top Model Tyra Banks *eaaaa...*

5. Broken White




 Beautiful. Cara Hendhy menerjemahkan imajinasiku begitu mempesona. Love it so much.

6. Hidayah Katering

OMG!!! Semua tamu memuji Hidayah. Dari makanan buffetnya sampai roti jala, gudeg, bubur manado, es doger, siomay, sate, bla bla bla...I am glad that what i choose in right path. Sebelumnya Bu Naryo mau pake S*********g, tapi akyu maunya Hidayah :))

7. CV 46

Teman diskusi yang menyenangkan. Mereka mau mendengarkan 'teknik' yang saya minta, lho :)) Mau mencarikan tone warna undangan sesuai keinginan kami. Capek ya bo' ngeladenin saya? LOL. Rapi dan on time. Love it.


8. Panitia VVIP


Thank you help us. Tamu VVIP suka rempong sendiri. IMO, memang perlu usher untuk membuat mereka senang dan nyaman. You rock guys!!!

9. Back bone



Yang terakhir namun paling the best. Lovely kanjeng mami. Back bone dari semua keriaan ini. Thank you :*

Selasa, 22 November 2011

Menikah 17 . 11 . 2011


Alhamdulillah semua berjalan lancar. Review coming soon ya. Terimakasih semua pihak yang sudah membantu terselenggaranya acara ini :*

Senin, 14 November 2011

Sighat Taklik

Baiklah hari ini saya dan Dian menjalankan rapak. Apa itu rapak? Rapak itu kros cek data yang dilakukan oleh kepala KUA sekaligus memberikan wejangan menjadi keluarga sakinah, mawardah, warahmah. Tadi kepala KUA sempat menyebutkan bahwa sesungguhnya di tahun 2010 ada kepmen yang mengharuskan calon mempelai menjalankan konseling dan baru bisa menikah setelah mendapatkan ijasah lulus. Tapi entahlah saya merasa kurang informasi.

Kami ditanya benar kami tanpa paksaan menikah? Benar yakin mau menikah? Sempet ditanya juga berapa tahun pacaran? Lalu kros cek kelengkapan data diri. Dan mulailah petugas KUA memberikan petuah. Baiklah, menikah itu adalah keputusan no point to return. Sekali seumur hidup dengan niat karena Allah. And suddenly kita baru disadarkan "Tiga hari lagi kalian berdua menikah" *gubrak*. Untuk menjadi seorang yang ahli dibidangnya musti sekolah. Nggak cukup S1, banyak yang sekolah S2, S3 atau sekalian eS lilin :p Sedangkan pernikahan? OMG!!! Nggak ada sekolahnya. Bener lho, keputusan seumur hidup *mulai mikir* :))

Tapi kita masih punya Tuhan Maha Segalanya. Kita tidak hidup hanya mengandalkan rasio, libatkan Dia disetiap langkah bersama. *Tambah mikir* :))

Oia, dalam minggu lalu saya menghadiri 2 ijab kabul. Di situ tidak ada pembacaan Sighat Taklik atau biasa disebut janji nikah. Jujur, saya baru tahu ketika sepupu saya Boyong menikah. Isinya :


SIGHAT TAKLIK
Sesudah akad nikah saya (nama_mempelai_pria) bin (nama_ayah_mempelai_pria) berjanji dengan sepenuh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama (nama_mempelai_wanita) binti (nama_ayah_mempelai wanita) dengan baik (mu'asyarah bilma'ruf) manurut ajaran syari'at islam.

Selanjutnya saya membaca sighat taklik atas istri saya sebagai berikut :
Sewaktu-waktu saya :
  1. Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut,
  2. Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,
  3. Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya,
  4. Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya enam bulan lamanya,
Kemudian istri saya tidak ridha dan mengadukan halnya kepada pengadilan agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut, sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.

Kepada Pengadilan tersebut saya kuasakan untuk menerima uang iwadh itu dan kemudian menyerahkan kepada Direktorat Jendral Bimas Islam dan Penyelengara Haji Cq. Direktorat Urusan Agama Islam untuk keperluan ibadah sosial.

Suami


................

Wah, ternyata UU Perkawinan mengatur juga ya perjanjian menikah - Yakin Prim lo mau kawin? Gini aja baru tahu - Sighat taklik ini juga tertuang di buku nikah di halaman nyaris belakang-belakang (Bagi yang punya buku nikah ya!). Tujuannya supaya pernikahannya nggak bonek. Sesuai aturan yang berlaku. Btw, melindungi hak perempuan banget kan???

Jadi, pembacaan Sighat Taklik menjadi hak istimewa mempelai wanita untuk memintanya kepada mempelai pria. Orang tua, saksi, bahkan penghulu tidak berhak mengintervensi. Dan mempelai pria yang bertanggung jawab wajib memenuhinya. IMO, hal begini musti dibicarakan secara private antara mempelai pria dan wanita sebelumnya. No point to return, beb :))

So? Berani memutuskan tentu berani menjalankan semuanya dengan penuh tanggung jawab dengan niat karena Allah.

Have nice monday ^___________^

Kamis, 10 November 2011

Teks Atur Sungkem

Halo para calon pengantin, 
Masih semangat kan? Hehehe...ya haruslah ya.
Aku baru menyelesaikan draft Atur Sungkem. Itu lho, sepatah kata yang diucap sebelum siraman. Original langsung dari hati yang paling dalam ;p

Papa, mama yang Prima hormati, saya menghaturkan sembah bakti, mohon kiranya papa dan mama berkenan menerimanya. Teriring ucapan terimakasih sebesar-besarnya karena telah merawat, membesarkan Prima dengan tulus, ikhlas, sabarrrrrr, penuh perhatian, cinta dan kasih sayang dari bayi hingga saat ini. Both of you are great parents ever.

Selanjutnya saya mohon maaf atas semua kesalahan ananda selama ini. Mungkin tanpa sengaja banyak menyakiti hati dan perasaan mama dan papa. (I know you will say: yes, you are :p). Saya mohon kepada Allah SWT agar mama, papa selalu dilimpahi rahmat, keselamatan, serta kesehatan lahir dan batin. 

Mama, papa, besok saya akan menikah dengan Fitrinadian Rachmadi Kesuma, oleh karena ini saya mohon ijin, doa restu mama, papa agar Prima mendapat kebahagiaan, keselamatan dan ketentraman serta keridhoan dari Allah SWT sampai akhir hayat nanti.

Mom, Dad love you,


Minggu, 06 November 2011

Untung Tidak Menikah Di Bulan April

Belakangan ini kesibukan diisi dengan mengirimkan undangan dan last detail. Ada beberapa cerita lucu tentang bagi-bagi undangan.

Me : Alamatmu mana? Mau kirim undangan
R : Bla...bla...bla...buat kapan?
Me : 19 November
R : Oh, undangan party radio X, ya? Minta dua dong gua
Me : --"

T : Lho, kok ungu undangannya? Bukannya warna kesukaanmu itu hijau?
Lala : Itu undangannya BuTi - Kawan di kantor lama memanggilku iBu Tiri -
T : Hah? Prima menikah?
Lala : Iya, tanggal 19 November ini.
T : Kok cepet-cepet?! *Menatap penuh curiga*

Y : Ini undangan apa say? Lucu amat undangannya
Me : Itu undangan nikahanku
Y : *LoLa* Eh?! What?! Kamu menikah?
Me : --"

AR : Sory BuTi lama balas bbm-nya. Kenapa nanya alamat?
Me : Mau kirim undangan
AR : Undangan acara apa?
Me : Undangannya nikahanku, BuTi
AR : Hahaha...BuTi bisa aja becandanya.
Me : Serius, gua mau nikah ini.
AR : Serius?! Kok kamu nggak pake drama sih mau kawinnya?
Me : *Plakkkkk*

Baiklah..... Saya tidak menutup-nutupi pernikahan saya, tapi saya juga tidak pernah menyatakan akan menikah sebelumnya. Hanya pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pernikahan saya yang tahu persis detail dari beberapa saat yang lalu. Kehidupan berjalan normal sebagaimana sebelumnya. Menurut saya drama, bridezilla apapun namanya, nggak cool untuk diekspose. Eh, atau kita sudah teracuni sinetron? Sehingga semuanya harus di dramatisir? Lebih dari semuanya, saya menyukai reaksi-reaksi di atas. Surpriseeeee!!! ^^
 
Olan : Untung ya makkk, lo nggak kewong bulan April. Pasti dikira April Mop
Me : Hahahaha...